tak terasa waktu berjalan begitu cepatnya. usia kandunganku sudah masuk usia 6 bulan. prediksi akan lahir sekitar bulan juli nanti. rasanya, masih saja degdegan walaupun aku sudah punya pengalaman sekali melahirkan. anak pertamaku lahir secara sesar dikarenakan beberapa hal yang emergency. anak keduaku ini? maunya sih normal. tapi, beberapa bidan yang kudatangi tidak berani menangani sendiri kelahiranku nanti. harus rujuk ke rumah sakit yang punya fasilitas operasi sesar. bidan-bidan tersebut tidak mau menanggung risiko. ya aku maklum.
ada juga yang menyarankan aku lahiran di paraji saja. ada tuh yang sudah pengalaman membantu persalinan anak kedua secara normal walau anak pertamanya lahir secara sesar. jarak kehamilannya malah dekat sekali. anak pertama baru usia 1 tahun lebih sudah hamil lagi. aku tertarik juga mendengarnya. aku memang ingin banget bisa lahir normal. tapi kalau lahir di paraji seperti itu apakah aman? suamiku jelas tidak setuju. ini bukan masalah harus normal apa tidaknya, menurutnya. tapi masalah nyawa. tentu sangat riskan melahirkan di paraji.
ya sudah, akhirnya aku hanya bisa berpasrah kepada Allah. semoga Allah memberikan jalan yang terbaik. yang penting, anakku bisa lahir sehat dan selamat. begitu juga aku bisa cepat pulih dan selamat.
kondisi kehamilan anak keduaku ini sangat berbeda ketika aku hamil anak pertama. sekarang si bayi lebih aktif bergerak. aku juga ikutan aktif bergerak ke mana-mana. nggak males2an kyk waktu hamil anak pertama dulu. rajin beraktivitas sampai-sampai aku lupa kalau aku sedang hamil.
oh ya, kabar si kakak baru saja sembuh dari sakitnya. si kakak sempat panas tinggi selama seminggu dan baru turun setelah keluar ruam-ruam merah di sekujur tubuhnya. kena tampek begitu kata orang-orang. si kakak sayang dengan dedeknya. setiap hari dielus dan dicium2. kadang-kadang si kakak kepingin punya adik perempuan, kadang berubah lagi pengen adik laki-laki. ya, apa aja ya kak. yang penting dedek sehat, selamat, ganteng (wah, udah sugesti nih), aktif, dan pinter kayak kakaknya. dan semoga ketika dedek sudah lahir, kakak tetap sayang ya. amien.
menjelang kelahiran nanti, aku juga sedang mempersiapkan diri agar bisa memberi ASI Eksklusif untuk si dedek. doakan ya sukses!
Jumat, 15 April 2011
Rabu, 16 Maret 2011
Senin, 31 Januari 2011
Kamis, 27 Januari 2011
empat tahun lalu
10 Desember 2006
Seorang lelaki sederhana datang bersama keluarga besarnya ke rumahku. Bapak, ibu, pak deh, sesepuh RW menyambutnya. Semua dipersilakan duduk. Aku ngumpet di dekat tangga. Nggak jauh dari ruang tamu. Pengen denger isi pembicaraan.
basa basi sana sini.
Tibalah pertanyaan penting dating dari sesepuh RW.
“apa maksud kedatangan ananda ke sini bersama keluarga besar ananda?”
(iiih, basa-basi banget, pikirku)
“saya ingin melamar woro untuk menjadi istri saya,” jawab si lelaki tenang.
“apa yang membuat ananda memilih woro untuk menjadi istri ananda? Bukankah masih banyak wanita lain di luar sana?”
(aku mulai degdegan)
“saya mencintainya, pak. Saya mencintainya karena ALLAH.”
Sehabis mendengar kata-kata itu, aku sudah tidak bisa menyimak pembicaraan selanjutnya. Aku terharu. Aku tak habis pikir, bagaimana dia bisa bilang cinta padaku kalau bertemu muka aja baru sekali pada saat taaruf? Hatiku langsung luluh lantak.
28 Januari 2007
“Saya terima nikahnya woro lestari blab la bla……”
Saat itu, aku yang berada di ruang rias tidak mendengar kata-kata sacral itu terucap. Aku baru ngeh setelah aku diminta menandatangani berkas2 surat nikah. Loh, udah akad ya? Loh, udah jadi istri orang ya? Lalu, aku diboyong keluar ruangan untuk duduk berdampingan dengan … suamiku. Waduh, panas dingin aku. Baju pengantinku sampe basah karena keringat. Duh, malu bangeeeeet!!!.....
Kata-kata sacral itu baru bisa aku dengar dan lihat di video rekaman pernikahan kami sebulan kemudian.
Kini, empat tahun sudah berlalu. Hadiah terindah pernikahan kali ini adalah si mungil kecil yang ada di dalam perutku.
Makasih ya abi atas segalanya. Sungguh, aku bahagia bersamamu.
Seorang lelaki sederhana datang bersama keluarga besarnya ke rumahku. Bapak, ibu, pak deh, sesepuh RW menyambutnya. Semua dipersilakan duduk. Aku ngumpet di dekat tangga. Nggak jauh dari ruang tamu. Pengen denger isi pembicaraan.
basa basi sana sini.
Tibalah pertanyaan penting dating dari sesepuh RW.
“apa maksud kedatangan ananda ke sini bersama keluarga besar ananda?”
(iiih, basa-basi banget, pikirku)
“saya ingin melamar woro untuk menjadi istri saya,” jawab si lelaki tenang.
“apa yang membuat ananda memilih woro untuk menjadi istri ananda? Bukankah masih banyak wanita lain di luar sana?”
(aku mulai degdegan)
“saya mencintainya, pak. Saya mencintainya karena ALLAH.”
Sehabis mendengar kata-kata itu, aku sudah tidak bisa menyimak pembicaraan selanjutnya. Aku terharu. Aku tak habis pikir, bagaimana dia bisa bilang cinta padaku kalau bertemu muka aja baru sekali pada saat taaruf? Hatiku langsung luluh lantak.
28 Januari 2007
“Saya terima nikahnya woro lestari blab la bla……”
Saat itu, aku yang berada di ruang rias tidak mendengar kata-kata sacral itu terucap. Aku baru ngeh setelah aku diminta menandatangani berkas2 surat nikah. Loh, udah akad ya? Loh, udah jadi istri orang ya? Lalu, aku diboyong keluar ruangan untuk duduk berdampingan dengan … suamiku. Waduh, panas dingin aku. Baju pengantinku sampe basah karena keringat. Duh, malu bangeeeeet!!!.....
Kata-kata sacral itu baru bisa aku dengar dan lihat di video rekaman pernikahan kami sebulan kemudian.
Kini, empat tahun sudah berlalu. Hadiah terindah pernikahan kali ini adalah si mungil kecil yang ada di dalam perutku.
Makasih ya abi atas segalanya. Sungguh, aku bahagia bersamamu.
Selasa, 25 Januari 2011
Senin, 03 Januari 2011
ada(p)tasi
suatu sore, seorang ibu yang sedang hamil muda baru saja selesai muntah-muntah di kamar mandi. gadis kecilnya menunggu di depan pintu kamar mandi dengan pandangan khawatir.
anak: "umi lagi sakit ya?"
umi: "enggak nak, umi ga sakit. hanya mual saja terus muntah deh."
anak: "ya udah, umi cepat sembuh ya."
umi terharu mendengarnya.
umi: "iya, terima kasih ya nak."
umi pikir sudah sampai di situ saja pembicaraannya. ternyata ....
anak: "umi kok muntah sih?"
umi: "kan ada dedek di dalam perut umi."
anak: "kok kalau ada dedek umi muntah?"
umi: (mikir lama nyari jawaban yang pas) "karena dedek lagi adaptasi di perut umi."
anak: "adatasi ... adatasi apa itu, mi?"
umi: "adaptasi, nak. bukan adatasi. karena dedek sedang menyesuaikan diri di dalam perut umi."
anak: "ooo ... "
umi: (tiba-tiba puyeng).
anak: "umi lagi sakit ya?"
umi: "enggak nak, umi ga sakit. hanya mual saja terus muntah deh."
anak: "ya udah, umi cepat sembuh ya."
umi terharu mendengarnya.
umi: "iya, terima kasih ya nak."
umi pikir sudah sampai di situ saja pembicaraannya. ternyata ....
anak: "umi kok muntah sih?"
umi: "kan ada dedek di dalam perut umi."
anak: "kok kalau ada dedek umi muntah?"
umi: (mikir lama nyari jawaban yang pas) "karena dedek lagi adaptasi di perut umi."
anak: "adatasi ... adatasi apa itu, mi?"
umi: "adaptasi, nak. bukan adatasi. karena dedek sedang menyesuaikan diri di dalam perut umi."
anak: "ooo ... "
umi: (tiba-tiba puyeng).
ini dia si gadis kecil dengan hasil karyanya menggunting dan menempel. makin pintar ya, nak. umi sayang sama kamu.
Langganan:
Postingan (Atom)