Senin, 29 November 2010
Selasa, 23 November 2010
nostalgia buku berkesan
berdasarkan penilaian pribadi, loh.
aku mulai suka membaca buku sejak terdampar pertama kali di perpustakaan SMP. waktu itu, seingatku, aku masih duduk di kelas 2 SMP negeri di bilangan depok 1.
ada beberapa buku yang begitu berkesan bagiku. suatu saat, aku ingin sekali membaca ulang buku-buku ini.
1. Hulubalang Raja. Nur Sutan Iskandar. Balai Pustaka
Novel ini seingatku berkisah tentang kerajaan Minangkabau saat masih berperang melawan kompeni Belanda. Gaya bahasa melayunya begitu kental. tapi entah ya, aku seperti tenggelam mengikuti ceritanya. Isi ceritanya lupa-lupa ingat. yang masih aku ingat hanyalah kisah seorang pemuda yang kemudian menjadi Hulubalang Raja yang kemudian berkomplot dengan kompeni berperang dengan raja-raja minang lainnya. Endingnya, sang Hulubalang Raja akhirnya insyaf dan melupakan permusuhannya dengan raja-raja minang maupun aceh. buku inilah yang membuatku pertama kali jatuh cinta pada buku.
2. Si Jamin dan si Johan, Merari Siregar (1896-1940). Balai Pustaka. bercerita tentang dua anak yang tinggal dengan ibu tiri. ceritanya penuh dengan penderitaan. aku sedih saat membacanya. apalagi ketika membaca saat jamin meninggal dunia. ceritanya cukup mengharu biru.
3. Si DOel Anak Betawi, Aman Datoek Madjoindo. Balai Pustaka. Isi buku ini lucu sekali. berkisah tentang si doel yang lugu dan polos. dari buku inilah aku baru tahu ada nasi ulam, makanan khas betawi. tokoh si doel dalam buku lebih menarik daripada yang di film-film. walaupun penulisnya seperti orang melayu, tapi logat dan setting tempat dalam buku ini kental sekali betawinya. dijamin ngakak bacanya.
4. Serial Lima Sekawan. Enid Blyton. hampir semua judul sudah aku baca. judul yang paling berkesan itu menurutku adalah Memburu Kereta Api Hantu. ketika membaca semua judul dalam serial ini, yang membuatku terkagum-kagum adalah deskripsi makanan yang dibawa dan dimakan oleh lima sekawan ini kayaknya enak-enak semua. bikin ngiler.
5. Lupus. Hilman Hariwijaya. semua judul sudah pernah aku baca. dulu, rasanya nggak gaul klo belum baca buku lupus. isinya gokil abiz. tokohnya ada lupus, boim lebon yang punya julukan playboy cap duren tiga, si gendut Gusur.
6. Balada si Roy, Gola Gong. wah, isinya seru abis. tokohnya adalah si roy, si ganteng, baik hati, tapi rapuh itu. kisah hidupnya selalu pilu, tragis. dia senang sekali berpetualang ke tempat-tempat baru. di situlah dia mendapatkan pelajaran hidup yang berharga. yang berkesan bagiku adalah kisah ketika si roy ketika memandangi pelangi.
----
Hujan tiba-tiba saja reda. Awan yang tadi seperti mengurung berlarian entah ke mana. Matahari leluasa menyorot lagi. Kata orang-orang, ini juga panas. Biasanya kalau siang hari hujan dan sedang bernasib baik, di langit timur suka muncul warna-warna indah melengkung. Itulah pelangi.
Roy berdiri dan menuju jendela kelas. Dia mencoba melongok dan memandang ke langit. Dia lupa kalau saat itu sedang belajar.
"Ada apa, Roy?" tegur guru Bahasa Indonesia.
Roy tersipu dan duduk lagi. Tapi katanya, "Saya kira ada pelangi, Pak."
Kawan-kawan sekelas menertawakannya.
Roy meringis. Dia melempar pandang lagi ke luar. Dia yakin pelangi itu akan muncul. Sudah lama dia tidak melihat pelangi. Ingin sekali dia melihat warna-warna melengkung itu. Dia merasakan dadanya berdebar. Pada sorot matanya ada sesuatu yang ingin dikenang dan membuat hatinya jadi terharu.
Pak guru bisa menangkap gejolak muridnya itu. "Kamu ingin melihat pelangi, Roy?" Beliau menghampiri bangkunya.
Roy jadi serba salah. Tapi sorot matanya tidak bisa dibohongi.
Ada apa dengan pelangi, Roy?
"Bapak beri waktu lima menit, Roy, kalau ingin melihat pelangi," beliau bijaksana sekali.
Roy memandangnya tidak percaya. Ini luar biasa! batinnya. "Sungguh, Pak?"
"Lima menit!" Pak guru kembali ke meja depan.
"Lima menit, Pak!" Roy yakin kini.
Kawan-kawan sekelasnya menyoraki.
Roy tidak menggubris. Dia berlari ke luar kelas.
Pak guru memandangi remaja yang ke luar kelas itu. Ada sesuatu yang menyebabkan muridnya itu ingin melihat pelangi. Sesuatu yang menyimpan banyak kenangan. Sesuatu yang sebetulnya sudah tertimbun di hati paling dalam lalu tiba-tiba menyeruak lagi. Begitu pak guru menyimpulkan. Dan dia tidak bermaksud untuk menghalanginya.
Roy sudah berlari-lari. Dia menyeberangi alun-alun kotanya yang persis di depan sekolah. Dia berdiri memandangi langit timur. Lama dia menatap pelangi itu.
Perasaan takjub menyelimuti raganya.
Perasaan haru mengetuki hatinya.
Dia merasa berdebar-debar.
Peristiwa beberapa tahun ke belakang membias lagi. Ketika papanya masih hidup. Pernah suatu hari, ketika pelangi itu muncul, papanya mengajak Roy naik ke atas genteng. Mereka duduk-duduk di karpus sampai-sampai si mama menjerit-jerit menyuruh mereka turun. Tapi si papa tersenyum tenang saja.
"Pandangi pelangi itu, Roy ," kata papanya menunjuk langit timur. "Bayangkan tentang tujuh bidadari cantik sedang mandi di sana. Dan seorang bidadari turun memberikan selendang kepadamu serta mengajakmu terbang ke sana.
"Kalau kamu sudah besar nanti, Roy, setiap ada pelangi, jangan kamu lewatkan keindahan itu! Pandangi dan bayangkan seperti Papa ceritakan tadi. Nanti, saat itu kamu akan merasakan dan memperoleh suasana batin yang lain. Ketenangan, keterpesonaan, dan kegembiraan, semuanya melebur jadi satu sewaktu kita melihat pelangi," begitu kata papanya tempo hari.
Sekarang Roy baru bisa memahami kata-kata papanya. Tentang tujuh bidadari yang sedang mandi itu adalah legenda. Dan memandangi pelangi lama-lama tidak lain adalah agar kita selalu ingat kepada yang melukiskan warna-warna melengkung itu.
Tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Dia seperti melihat papanya tersenyum di antara ketujuh bidadari pelangi itu. Kalau saja Mama melihatnya, wah, pasti cemburu buta.
Si Roy tampak sentimentil dan perasa hari ini.
Waktu lima menit sudah berlalu.
Dia berlari kembali ke kelasnya. Mengucapkan terima kasih kepada pak guru dan tidak menggubris ledekan kawan-kawannya. Dia duduk dan diam seribu bahasa. Matanya kelihatan murung dan melempar pandang ke luar lagi. Bayang-bayang pelangi masih saja membekas di matanya.
Ya, dia betul-betul sentimentil hari ini.
(balada si Roy, Solidarnos)
---
7. Api di Bukit Menoreh. SH Mintardja. berkisah tentang Agung Sedayu yang tanpa sengaja akhirnya terlibat dalam intrik politik kerajaan Mataram. penggambaran adegan adu ilmu kanuragannya keren. seperti menonton film silat dengan efek-efek yang natural dan elegan (halah).
8. Senopati pamungkas. Arswendo Atmowiloto. aku cuma sempat membaca buku pertama, kedua, dan ketiganya saja. berkisah tentang seorang tokoh bernama upasara yang memiliki jurus maut tepukan satu tangan.
-----
delapan dulu deh. kapan2 dilanjut lagi... kejar setoran dulu ya....
aku mulai suka membaca buku sejak terdampar pertama kali di perpustakaan SMP. waktu itu, seingatku, aku masih duduk di kelas 2 SMP negeri di bilangan depok 1.
ada beberapa buku yang begitu berkesan bagiku. suatu saat, aku ingin sekali membaca ulang buku-buku ini.
1. Hulubalang Raja. Nur Sutan Iskandar. Balai Pustaka
Novel ini seingatku berkisah tentang kerajaan Minangkabau saat masih berperang melawan kompeni Belanda. Gaya bahasa melayunya begitu kental. tapi entah ya, aku seperti tenggelam mengikuti ceritanya. Isi ceritanya lupa-lupa ingat. yang masih aku ingat hanyalah kisah seorang pemuda yang kemudian menjadi Hulubalang Raja yang kemudian berkomplot dengan kompeni berperang dengan raja-raja minang lainnya. Endingnya, sang Hulubalang Raja akhirnya insyaf dan melupakan permusuhannya dengan raja-raja minang maupun aceh. buku inilah yang membuatku pertama kali jatuh cinta pada buku.
2. Si Jamin dan si Johan, Merari Siregar (1896-1940). Balai Pustaka. bercerita tentang dua anak yang tinggal dengan ibu tiri. ceritanya penuh dengan penderitaan. aku sedih saat membacanya. apalagi ketika membaca saat jamin meninggal dunia. ceritanya cukup mengharu biru.
3. Si DOel Anak Betawi, Aman Datoek Madjoindo. Balai Pustaka. Isi buku ini lucu sekali. berkisah tentang si doel yang lugu dan polos. dari buku inilah aku baru tahu ada nasi ulam, makanan khas betawi. tokoh si doel dalam buku lebih menarik daripada yang di film-film. walaupun penulisnya seperti orang melayu, tapi logat dan setting tempat dalam buku ini kental sekali betawinya. dijamin ngakak bacanya.
4. Serial Lima Sekawan. Enid Blyton. hampir semua judul sudah aku baca. judul yang paling berkesan itu menurutku adalah Memburu Kereta Api Hantu. ketika membaca semua judul dalam serial ini, yang membuatku terkagum-kagum adalah deskripsi makanan yang dibawa dan dimakan oleh lima sekawan ini kayaknya enak-enak semua. bikin ngiler.
5. Lupus. Hilman Hariwijaya. semua judul sudah pernah aku baca. dulu, rasanya nggak gaul klo belum baca buku lupus. isinya gokil abiz. tokohnya ada lupus, boim lebon yang punya julukan playboy cap duren tiga, si gendut Gusur.
6. Balada si Roy, Gola Gong. wah, isinya seru abis. tokohnya adalah si roy, si ganteng, baik hati, tapi rapuh itu. kisah hidupnya selalu pilu, tragis. dia senang sekali berpetualang ke tempat-tempat baru. di situlah dia mendapatkan pelajaran hidup yang berharga. yang berkesan bagiku adalah kisah ketika si roy ketika memandangi pelangi.
----
Hujan tiba-tiba saja reda. Awan yang tadi seperti mengurung berlarian entah ke mana. Matahari leluasa menyorot lagi. Kata orang-orang, ini juga panas. Biasanya kalau siang hari hujan dan sedang bernasib baik, di langit timur suka muncul warna-warna indah melengkung. Itulah pelangi.
Roy berdiri dan menuju jendela kelas. Dia mencoba melongok dan memandang ke langit. Dia lupa kalau saat itu sedang belajar.
"Ada apa, Roy?" tegur guru Bahasa Indonesia.
Roy tersipu dan duduk lagi. Tapi katanya, "Saya kira ada pelangi, Pak."
Kawan-kawan sekelas menertawakannya.
Roy meringis. Dia melempar pandang lagi ke luar. Dia yakin pelangi itu akan muncul. Sudah lama dia tidak melihat pelangi. Ingin sekali dia melihat warna-warna melengkung itu. Dia merasakan dadanya berdebar. Pada sorot matanya ada sesuatu yang ingin dikenang dan membuat hatinya jadi terharu.
Pak guru bisa menangkap gejolak muridnya itu. "Kamu ingin melihat pelangi, Roy?" Beliau menghampiri bangkunya.
Roy jadi serba salah. Tapi sorot matanya tidak bisa dibohongi.
Ada apa dengan pelangi, Roy?
"Bapak beri waktu lima menit, Roy, kalau ingin melihat pelangi," beliau bijaksana sekali.
Roy memandangnya tidak percaya. Ini luar biasa! batinnya. "Sungguh, Pak?"
"Lima menit!" Pak guru kembali ke meja depan.
"Lima menit, Pak!" Roy yakin kini.
Kawan-kawan sekelasnya menyoraki.
Roy tidak menggubris. Dia berlari ke luar kelas.
Pak guru memandangi remaja yang ke luar kelas itu. Ada sesuatu yang menyebabkan muridnya itu ingin melihat pelangi. Sesuatu yang menyimpan banyak kenangan. Sesuatu yang sebetulnya sudah tertimbun di hati paling dalam lalu tiba-tiba menyeruak lagi. Begitu pak guru menyimpulkan. Dan dia tidak bermaksud untuk menghalanginya.
Roy sudah berlari-lari. Dia menyeberangi alun-alun kotanya yang persis di depan sekolah. Dia berdiri memandangi langit timur. Lama dia menatap pelangi itu.
Perasaan takjub menyelimuti raganya.
Perasaan haru mengetuki hatinya.
Dia merasa berdebar-debar.
Peristiwa beberapa tahun ke belakang membias lagi. Ketika papanya masih hidup. Pernah suatu hari, ketika pelangi itu muncul, papanya mengajak Roy naik ke atas genteng. Mereka duduk-duduk di karpus sampai-sampai si mama menjerit-jerit menyuruh mereka turun. Tapi si papa tersenyum tenang saja.
"Pandangi pelangi itu, Roy ," kata papanya menunjuk langit timur. "Bayangkan tentang tujuh bidadari cantik sedang mandi di sana. Dan seorang bidadari turun memberikan selendang kepadamu serta mengajakmu terbang ke sana.
"Kalau kamu sudah besar nanti, Roy, setiap ada pelangi, jangan kamu lewatkan keindahan itu! Pandangi dan bayangkan seperti Papa ceritakan tadi. Nanti, saat itu kamu akan merasakan dan memperoleh suasana batin yang lain. Ketenangan, keterpesonaan, dan kegembiraan, semuanya melebur jadi satu sewaktu kita melihat pelangi," begitu kata papanya tempo hari.
Sekarang Roy baru bisa memahami kata-kata papanya. Tentang tujuh bidadari yang sedang mandi itu adalah legenda. Dan memandangi pelangi lama-lama tidak lain adalah agar kita selalu ingat kepada yang melukiskan warna-warna melengkung itu.
Tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Dia seperti melihat papanya tersenyum di antara ketujuh bidadari pelangi itu. Kalau saja Mama melihatnya, wah, pasti cemburu buta.
Si Roy tampak sentimentil dan perasa hari ini.
Waktu lima menit sudah berlalu.
Dia berlari kembali ke kelasnya. Mengucapkan terima kasih kepada pak guru dan tidak menggubris ledekan kawan-kawannya. Dia duduk dan diam seribu bahasa. Matanya kelihatan murung dan melempar pandang ke luar lagi. Bayang-bayang pelangi masih saja membekas di matanya.
Ya, dia betul-betul sentimentil hari ini.
(balada si Roy, Solidarnos)
---
7. Api di Bukit Menoreh. SH Mintardja. berkisah tentang Agung Sedayu yang tanpa sengaja akhirnya terlibat dalam intrik politik kerajaan Mataram. penggambaran adegan adu ilmu kanuragannya keren. seperti menonton film silat dengan efek-efek yang natural dan elegan (halah).
8. Senopati pamungkas. Arswendo Atmowiloto. aku cuma sempat membaca buku pertama, kedua, dan ketiganya saja. berkisah tentang seorang tokoh bernama upasara yang memiliki jurus maut tepukan satu tangan.
-----
delapan dulu deh. kapan2 dilanjut lagi... kejar setoran dulu ya....
Selasa, 09 November 2010
[numpang promosi] ENSIKLOPEDIA FENOMENAL KARYA ANAK BANGSA
ENSIKLOPEDIA LEADERSHIP & MANAGEMENT MUHAMMAD SAW
"THE SUPER LEADER SUPER MANAGER"
Karya: Dr. MUhammad Syafii Antonio, M.Ec
Terdapat 8 Jilid:
1. Kepemimpinan & Pengembangan Diri
2. Bisnis & Kewirausahaan
3. Menata Keluarga Harmonis
4. Manajemen Dakwah
5. Kepemimpinan Sosial dan Politik
6 Sang Pembelajar dan Guru Peradaban
7. Pengembangan Hukum
8. Strategi dan Kepemimpinan Militer
Harga: Rp. 3.125.000,-
Beli cash diskon jadi Rp 2.500.000,-
BISA DICICIL HINGGA 10 BULAN!
Kontak Person:
Rakhmat Sadikin
021-70686610
085692336034
Buku ini sangat bagus sebagai referensi bagi Anda yang mengagumi sosok mulia Nabi Muhammad saw. Sesosok yang menjadi suri tauladan di segala sisi kehidupan manusia.
"THE SUPER LEADER SUPER MANAGER"
Karya: Dr. MUhammad Syafii Antonio, M.Ec
Terdapat 8 Jilid:
1. Kepemimpinan & Pengembangan Diri
2. Bisnis & Kewirausahaan
3. Menata Keluarga Harmonis
4. Manajemen Dakwah
5. Kepemimpinan Sosial dan Politik
6 Sang Pembelajar dan Guru Peradaban
7. Pengembangan Hukum
8. Strategi dan Kepemimpinan Militer
Harga: Rp. 3.125.000,-
Beli cash diskon jadi Rp 2.500.000,-
BISA DICICIL HINGGA 10 BULAN!
Kontak Person:
Rakhmat Sadikin
021-70686610
085692336034
Buku ini sangat bagus sebagai referensi bagi Anda yang mengagumi sosok mulia Nabi Muhammad saw. Sesosok yang menjadi suri tauladan di segala sisi kehidupan manusia.
Minggu, 31 Oktober 2010
[rehat sejenak] ada yang ketinggalan, ustad!
malam ahad kemarin, suamiku dan teman-teman seDPRa-nya mengadakan rihlah ke puncak. mobil dipinjamkan dari seorang tokoh masyarakat. berangkat malam hari pukul 9 sampai ahad siang.
aku memilih tinggal di rumah suami saja walaupun suamiku sudah mengizinkan aku untuk menginap di rumah bupuhnya raihana. ah, tidak. masih lebih enak di rumah sendiri kok. apalagi, suamiku baru saja merelokasi posisi-posisi perabot di rumah. tinggal aku rapihkan sedikit, sudah terasa sangat nyaman.
esok harinya, ada penyemprotan untuk memberantas nyamuk DBD. ternyata baru siang hari rumah kami dapat jatah penyemprotan, tepat ketika suamiku pulang dari puncak.
setelah beberes sebentar, ngepel lantai yang lengket, aku dan raihana pun bobo siang. (aaah, bobo siang yang menyegarkan. baru hari itu aku bisa bobo siang. hehehe).
malamnya, kami jalan-jalan ke margonda. awalnya, kami hanya ingin mencari lauk untuk makan malam ini. entah kenapa, suamiku malah mengajakku melihat-lihat jaket di salah satu toko jaket di pinggiran margonda.
"buat siapa, bi? perasaan jaket abi masih bagus-bagus!" spontan saja pikiranku sibuk menghitung-hitung anggaran yang ada. wah mepet banget.
"ini buat temen abi. tadi sewaktu di puncak abi lihat jaket dia sudah kumal banget. waktu abi tanya, ya cuma itu jaket yang temen abi punya."
aku diam saja mendengar penjelasan si abi. abi... abi... di tengah mepetnya anggaran bulanan, masih saja sempat memikirkan orang lain. tapi, memang rezeki kami ini hanya titipan. bukan semuanya milik kami.
ah, abi... selalu saja ada yang membuat aku terhenyak melihat sikap-sikapmu. ini entah sudah yang keberapa. herannya, kok aku ga bisa seperti kamu, bi? boro-boro deh aku mikirin orang lain. kayaknya mikirin diri sendiri aja bawaannya dah susah melulu. hiks hiks hiks...
"nanti kita mampir dulu ya ke rumah temen abi." ajak si abi setelah selesai membayar. jaket yang dipilih harganya lumayan juga. ya sudahlah. mungkin ini memang rezeki teman si abi yang dititipi ke kami.
ternyata si temen abi tidak ada di rumah. mereka akhirnya janjian di suatu tempat.
"ustad, ini tadi ada yang ketinggalan di mobil. punya ustad."
"apaan ya? perasaan nggak ada yang ketinggalan."
"ya udah ambil aja."
temen abi pun menerima sambil melongo. begitu cerita si abi. malamnya, teman si abi mengirim sms. entah apa isinya. aku tak mau ikut membaca. yang jelas, mataku berkaca-kaca.
ah, abiiii.....
aku memilih tinggal di rumah suami saja walaupun suamiku sudah mengizinkan aku untuk menginap di rumah bupuhnya raihana. ah, tidak. masih lebih enak di rumah sendiri kok. apalagi, suamiku baru saja merelokasi posisi-posisi perabot di rumah. tinggal aku rapihkan sedikit, sudah terasa sangat nyaman.
esok harinya, ada penyemprotan untuk memberantas nyamuk DBD. ternyata baru siang hari rumah kami dapat jatah penyemprotan, tepat ketika suamiku pulang dari puncak.
setelah beberes sebentar, ngepel lantai yang lengket, aku dan raihana pun bobo siang. (aaah, bobo siang yang menyegarkan. baru hari itu aku bisa bobo siang. hehehe).
malamnya, kami jalan-jalan ke margonda. awalnya, kami hanya ingin mencari lauk untuk makan malam ini. entah kenapa, suamiku malah mengajakku melihat-lihat jaket di salah satu toko jaket di pinggiran margonda.
"buat siapa, bi? perasaan jaket abi masih bagus-bagus!" spontan saja pikiranku sibuk menghitung-hitung anggaran yang ada. wah mepet banget.
"ini buat temen abi. tadi sewaktu di puncak abi lihat jaket dia sudah kumal banget. waktu abi tanya, ya cuma itu jaket yang temen abi punya."
aku diam saja mendengar penjelasan si abi. abi... abi... di tengah mepetnya anggaran bulanan, masih saja sempat memikirkan orang lain. tapi, memang rezeki kami ini hanya titipan. bukan semuanya milik kami.
ah, abi... selalu saja ada yang membuat aku terhenyak melihat sikap-sikapmu. ini entah sudah yang keberapa. herannya, kok aku ga bisa seperti kamu, bi? boro-boro deh aku mikirin orang lain. kayaknya mikirin diri sendiri aja bawaannya dah susah melulu. hiks hiks hiks...
"nanti kita mampir dulu ya ke rumah temen abi." ajak si abi setelah selesai membayar. jaket yang dipilih harganya lumayan juga. ya sudahlah. mungkin ini memang rezeki teman si abi yang dititipi ke kami.
ternyata si temen abi tidak ada di rumah. mereka akhirnya janjian di suatu tempat.
"ustad, ini tadi ada yang ketinggalan di mobil. punya ustad."
"apaan ya? perasaan nggak ada yang ketinggalan."
"ya udah ambil aja."
temen abi pun menerima sambil melongo. begitu cerita si abi. malamnya, teman si abi mengirim sms. entah apa isinya. aku tak mau ikut membaca. yang jelas, mataku berkaca-kaca.
ah, abiiii.....
Rabu, 27 Oktober 2010
Selasa, 19 Oktober 2010
[TERBIT!] seorang ibu pasti bisa memberikan ASIX
Bismillah
Judul: Sukses Menyusui meski Bekerja
Penulis: Syasya Azisya
Editor: Jumi Haryani
Layout dan Desain Cover: Habibah A
Ukuran: 16,7 x 19 cm
Harga: Rp. 24.900,-
---------------------------------
"kegagalan adalah cambuk keberhasilan"
Penulis: Syasya Azisya
Editor: Jumi Haryani
Layout dan Desain Cover: Habibah A
Ukuran: 16,7 x 19 cm
Harga: Rp. 24.900,-
---------------------------------
"kegagalan adalah cambuk keberhasilan"
begitu kurang lebih pepatah mengatakan. setiap kegagalan harus disikapi dengan baik. bukan dengan kesedihan atau tenggelam dalam penyesalan, melainkan itu bertanda untuk BANGKIT dan berbuat agar kegagalan itu tidak terulang lagi.
bagi ibu yang tidak bekerja, mudah saja memberikan asix dengan keberhasilannya yang cukup tinggi dibandingkan ibu bekerja. si ibu tidak perlu repot-repot menyiapkan ini itu. ketika si anak ingin minum asi, si ibu bisa memberikannya langsung dari pabriknya.
berbeda dengan ibu bekerja. kebersamaannya dengan anak memiliki keterbatasan. namun itu bukanlah hambatan utama bagi si ibu bekerja untuk memberikan asix. perlu persiapan matang bagi si ibu untuk menyiapkan masa-masa selepas waktu cutinya.
kegagalan pemberian ASIX di kalangan ibu bekerja biasanya disebabkan karena kurangnya ilmu, kurangnya informasi, dan tidak tahu bagaimana menjalankan asix tersebut.
buku ini adalah salah satu bentuk upaya untuk menyebarkan informasi penting untuk ibu bekerja yang bisa saja memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi tentang ASIX. buku ini dapat pula dijadikan cambuk untuk ibu bekerja yang sempat gagal memberikan ASIX pada anak-anaknya.
tunggu tanggal mainnya!
IBU BISA!
ASIX BISA!
------------------
IBU BISA!
ASIX BISA!
------------------
Setiap ibu mampu menjadi "Mehrunnisa", matahari para wanita. Menyusui adalah sebuah ikatan awal atara ibu dan buah hatinya. Keberhasilan proses ini haruslah melalui kekuatan pikiran sang ibu yang hangat bagaikan matahari. Penuhilah hak buah hati kita dengan memberikan air surga melalui tempat yang paling nyaman di dunia buat si kecil. Dada seorang ibu yang diiringi bunyi musik jantung kehidupan! Bersinarlah wanita Indonesia !
(Ir. Shahnaz Haque-Ramadhan, ibu 3 putri)
Tidak ada kata 'tidak bisa' untuk memberikan ASI kepada sang buah hati. Buku ini memberikan panduan praktis,agar semua Ibu berkata 'ASI itu mudah, ASI itu murah dan Semua Ibu Pasti Bisa!'
(Sulis Ningsing, pelaku bisnis dan penulis buku "Bunda Luar Biasa" )
"Buku ini wajib dimiliki ibu bekerja yang ingin tetap memberikan ASI pada bayinya. Semua info dikupas tuntas. Mulai dari teknik memerah, teknik penyimpanan dan penyajian, hingga teknik penyimpanan ASIP ketika ibu harus bertugas ke luar kota." (Maya Siswadi , Moderator milis Asiforbaby , Pemilik usaha Baju Menyusui Studio 3F)
"Memberikan ASI eksklusif tak cukup hanya sebatas 'ingin'. Perlu bekal ilmu guna mewujudkan niat mulia tersebut. Untuk ibu bekerja yang sedang cuti bersalin , dianjurkan membaca buku ini sebelum aktif kembali ke kantor. Demikian juga untuk ibu rumah tangga, buku ini bisa memberikan referensi tentang tip dan trik memberikan ASI eksklusif"
(dr. Prita Kusumaningsih, SpOG, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia)
----------
Mbak sya, makasih banyak ya mbak atas segala bantuannya! Doakan lancar jayaaaaa ....
Senin, 18 Oktober 2010
[Random Snippets-AIR]: Tidak temenan lagi dengan air
“Ayo kita mandiiii
Pakai air hangat (atau dingin, sesuai air yang mau dipakai)
Biar badan bersiiiih
Seeehaaat serta wangiiiiiiii”
Ayoo mandi!
Dulu, sewaktu raihana masih berumur di bawah dua tahun, lagu ini mampu membuatnya tertarik untuk mengikuti acara mandi pagi atau sore. Cukup dengan bertepuk tangan, bernyanyi dengan riang, raihana akan senang dan membiarkan tubuhnya disirami air, diberi sabun, dikeramas (tiap hari), dan digosok giginya dengan sikat halus khusus bayi. Raihana juga suka sekali berendam di dalam ember.
Itu dulu.
Setelah usianya menginjak 2,5 tahun, amat susah mengajaknya untuk mandi. Si umi harus mengerahkan segala kreativitasnya untuk menarik hati raihana agar mau mandi. Maka tak heran, kalau segala mainan plastic harus diboyong ke kamar mandi. Acara main masak-masakan harus dipindahkan ke kamar mandi.
Kalau sudah bosan, raihana akan kembali ogah mandi. Si ibu harus memutar otak lagi. Apalagi ya? Oh ya, main kereta-keretaan sebelum mandi. Stasiun terakhirnya adalah kamar mandi! Yup, jadilah pagi itu ramai dengan nyanyian “Naik Kereta Api.” Abi jadi lokomotif, umi jadi gerbong pertama, raihana gerbong terakhir. Barulah di stasiun terakhir si gerbong terakhir disiram air biar bersih.
Belum lagi, kalau suatu hari raihana terjatuh dan meninggalkan luka di salah satu anggota badannya (walaupun lukanya kecil), akan amat susah membujuknya mandi. Raihana akan nangis sekencang-kencangnya sebagai bentuk penolakan paling ekstrim.
Alhasil, si umi membujuk dengan cara membalut si luka dengan kain, plastic, atau kaus kaki (bila lukanya di kaki). Pokoknya, yang ada luka tidak boleh dikenai air atau sabun. Terkena sedikit saja (walau mungkin sebenarnya tidak sakit), dia akan menjerit kencang.
Acara keramas pun diubah tatacaranya. Raihana paling tidak suka bila keramas airnya diguyur langsung ke kepalanya. Ia akan histeris megap-megapan. Sibuk minta handuk untuk mengelap wajahnya. akhirnya, metode keramas diubah, dengan cara memangku raihana dan kepalanya saja yang disiram air, seperti kalau kita keramas di salon. Untuk membujuknya keramas juga harus dengan yel-yel, "ayooo, keramas di salooon!"
Yang jelas, acara mandi raihana kali ini penuh dengan tantangan dan inovasi.
(nb: demikian dulu tulisannya, tidak bisa panjang lebar karena ada panggilan rapat.)
dalam rangka ikut lomba nulis di sini
Pakai air hangat (atau dingin, sesuai air yang mau dipakai)
Biar badan bersiiiih
Seeehaaat serta wangiiiiiiii”
Ayoo mandi!
Dulu, sewaktu raihana masih berumur di bawah dua tahun, lagu ini mampu membuatnya tertarik untuk mengikuti acara mandi pagi atau sore. Cukup dengan bertepuk tangan, bernyanyi dengan riang, raihana akan senang dan membiarkan tubuhnya disirami air, diberi sabun, dikeramas (tiap hari), dan digosok giginya dengan sikat halus khusus bayi. Raihana juga suka sekali berendam di dalam ember.
Itu dulu.
Setelah usianya menginjak 2,5 tahun, amat susah mengajaknya untuk mandi. Si umi harus mengerahkan segala kreativitasnya untuk menarik hati raihana agar mau mandi. Maka tak heran, kalau segala mainan plastic harus diboyong ke kamar mandi. Acara main masak-masakan harus dipindahkan ke kamar mandi.
Kalau sudah bosan, raihana akan kembali ogah mandi. Si ibu harus memutar otak lagi. Apalagi ya? Oh ya, main kereta-keretaan sebelum mandi. Stasiun terakhirnya adalah kamar mandi! Yup, jadilah pagi itu ramai dengan nyanyian “Naik Kereta Api.” Abi jadi lokomotif, umi jadi gerbong pertama, raihana gerbong terakhir. Barulah di stasiun terakhir si gerbong terakhir disiram air biar bersih.
Belum lagi, kalau suatu hari raihana terjatuh dan meninggalkan luka di salah satu anggota badannya (walaupun lukanya kecil), akan amat susah membujuknya mandi. Raihana akan nangis sekencang-kencangnya sebagai bentuk penolakan paling ekstrim.
Alhasil, si umi membujuk dengan cara membalut si luka dengan kain, plastic, atau kaus kaki (bila lukanya di kaki). Pokoknya, yang ada luka tidak boleh dikenai air atau sabun. Terkena sedikit saja (walau mungkin sebenarnya tidak sakit), dia akan menjerit kencang.
Acara keramas pun diubah tatacaranya. Raihana paling tidak suka bila keramas airnya diguyur langsung ke kepalanya. Ia akan histeris megap-megapan. Sibuk minta handuk untuk mengelap wajahnya. akhirnya, metode keramas diubah, dengan cara memangku raihana dan kepalanya saja yang disiram air, seperti kalau kita keramas di salon. Untuk membujuknya keramas juga harus dengan yel-yel, "ayooo, keramas di salooon!"
Yang jelas, acara mandi raihana kali ini penuh dengan tantangan dan inovasi.
(nb: demikian dulu tulisannya, tidak bisa panjang lebar karena ada panggilan rapat.)
dalam rangka ikut lomba nulis di sini
Langganan:
Postingan (Atom)