Rabu, 25 Agustus 2010
Senin, 23 Agustus 2010
abi... izinkan aku....
bi...
hampir hampir empat tahun sudah kita bersama.
dalam tahun-tahun yang begitu banyak warna.
sebagaimana sunnatullah ada suka ada duka.
aku sendiri tidak menyangka kalau waktu berlalu pernuh makna.
bi...
tak ada yang bisa kuucapkan selain kata terima kasihku.
atas hatimu yang luas menerima segala keluhku.
tak kusangka ternyata ada orang yang memiliki hati seperti itu.
dan bersyukur aku karena itu adalah dirimu.
bi...
rasanya tak cukup kata-kata ini mengungkapkan segala rasaku padamu.
setiap hari, setiap waktu, aku selalu luluh dalam bahasa hatimu
dirimu tak pernah melakukan sesuatu tanpa ada hatimu di situ.
sungguh diri ini malu tak berdaya menyelami dalamnya hatimu.
bi...
cukup hatimu yang memberikan kedamaian itu.
dan izinkan aku untuk jatuh cinta lagi... lagi... lagi... dan lagi padamu....
*dari seseorang yang sedang merindu*
hampir hampir empat tahun sudah kita bersama.
dalam tahun-tahun yang begitu banyak warna.
sebagaimana sunnatullah ada suka ada duka.
aku sendiri tidak menyangka kalau waktu berlalu pernuh makna.
bi...
tak ada yang bisa kuucapkan selain kata terima kasihku.
atas hatimu yang luas menerima segala keluhku.
tak kusangka ternyata ada orang yang memiliki hati seperti itu.
dan bersyukur aku karena itu adalah dirimu.
bi...
rasanya tak cukup kata-kata ini mengungkapkan segala rasaku padamu.
setiap hari, setiap waktu, aku selalu luluh dalam bahasa hatimu
dirimu tak pernah melakukan sesuatu tanpa ada hatimu di situ.
sungguh diri ini malu tak berdaya menyelami dalamnya hatimu.
bi...
cukup hatimu yang memberikan kedamaian itu.
dan izinkan aku untuk jatuh cinta lagi... lagi... lagi... dan lagi padamu....
*dari seseorang yang sedang merindu*
Minggu, 01 Agustus 2010
arogansi sebuah ormas!
menilik dari berita berikut: baca di sini. saya melihat sendiri arogansi pengikut sebuah ormas di hari yang sama, namun di tempat yang berbeda.
sabtu, 31 juli 2010, saya berniat bersilaturahmi ke rumah seorang penulis di bilangan cinere. dari kantor sudah saya coba calling beliau. berkali-kali namun tidak diangkat. ya sudah, berbekal perkataan beliau yang katanya sedang fokus di rumah, saya berhusnuzon sabtu ini beliau tidak ke mana2 (pede banget dah pokoe).
sempat keliling2 cinere mencari rumah beliau. sms dan miskol terus tetapi tidak diangkat-angkat juga. alhamdulillah, akhirnya ketemu juga rumah beliau. namun sayang, ketika sudah berada di depan rumah, beliau baru sms memberitahu bahwa beliau sedang berada di UI. ya sudah, yang penting sudah ketemu rumahnya. jadi kalau mau ke sini sudah tidak perlu mencari-cari lagi.
tujuan berikutnya adalah ke penulis buku ensiklopedia anak muslim. beliau bermukin di dekat kompleks rivaria sawangan. kali ini, saya ingin mengantar bukunya yang sudah selesai dicetak sekaligus bersilaturahmi dan ingin mengetahui kesehatannya sekarang ini. biasanya saya hanya berbicara via telepon. kabar yang saya dapatkan beberapa waktu lalu, beliau sempat terkena stroke dan penglihatan beliau agak terganggu. semoga sudah agak baikan harap saya.
sepanjang jalan cinere raya menuju sawangan, saya bertemu dengan rombongan sebuah ormas. gayanya asyik benar. kita diminta menunggu mereka lewat terlebih dahulu. gayanya sudah kayak ambulance lewat atau seperti iring-iringan pejabat yang mau lewat. oke lah tak apa-apa. lebih baik menjauh dari iring-iringan mereka.
lalu ketika saya melewati sebuah SPBU di jalan sawangan, saya melihat tindakan anarkis mereka. ketika itu ada sebuah pick up hendak masuk ke SPBU. mobil toko bangunan sepertinya. di belakangnya masih terlihat pasir dan sekop pasir yang besar itu. iring-iringan motor yang dari arah berlawanan tiba-tiba berhenti. sepertinya pick up itu tidak memberi jalan iring2an itu. beberapa pengemudi motor langsung turun menghantam si supir, memukul2 mobil dengan sekop. menghancurkan kaca mobil dan lampunya. si supir ditarik keluar, dikeroyok beberapa orang. aku yang berada di dalam mobil berteriak ingin menyudahi adegan itu. akhirnya si supir lari masuk ke SPBU meningggalkan mobilnya yang melintang di jalanan.
padahal, iring2an itu bisa bersabar sebentar membiarkan si pick up masuk SPBU. apa salahnya bersabar. kalau pun si supir pick up itu yang nyelonong tidak sabar bukan berarti harus dipukuli dan dirusak mobilnya. kasihan. supir itu mungkin hanya kuli. bayangkan bila dia harus menanggung ganti rugi mobil yang dirusak itu. belum lagi musti babak belur dipukuli.
ah, sedih sekali melihatnya. geram. gemas. apalagi ini menjelang ramadhan. bukankah seharusnya kita bersiap menyambut ramadhan dengan kedamaian. bukan dengan aksi anarkis.
sepanjang perjalanan, aku hanya bisa beristigfar. ternyata rasa bangga terhadap golongan bisa menutupi rasa saling menghormati. apa yang patut dibanggakan kalau begitu.
sabtu, 31 juli 2010, saya berniat bersilaturahmi ke rumah seorang penulis di bilangan cinere. dari kantor sudah saya coba calling beliau. berkali-kali namun tidak diangkat. ya sudah, berbekal perkataan beliau yang katanya sedang fokus di rumah, saya berhusnuzon sabtu ini beliau tidak ke mana2 (pede banget dah pokoe).
sempat keliling2 cinere mencari rumah beliau. sms dan miskol terus tetapi tidak diangkat-angkat juga. alhamdulillah, akhirnya ketemu juga rumah beliau. namun sayang, ketika sudah berada di depan rumah, beliau baru sms memberitahu bahwa beliau sedang berada di UI. ya sudah, yang penting sudah ketemu rumahnya. jadi kalau mau ke sini sudah tidak perlu mencari-cari lagi.
tujuan berikutnya adalah ke penulis buku ensiklopedia anak muslim. beliau bermukin di dekat kompleks rivaria sawangan. kali ini, saya ingin mengantar bukunya yang sudah selesai dicetak sekaligus bersilaturahmi dan ingin mengetahui kesehatannya sekarang ini. biasanya saya hanya berbicara via telepon. kabar yang saya dapatkan beberapa waktu lalu, beliau sempat terkena stroke dan penglihatan beliau agak terganggu. semoga sudah agak baikan harap saya.
sepanjang jalan cinere raya menuju sawangan, saya bertemu dengan rombongan sebuah ormas. gayanya asyik benar. kita diminta menunggu mereka lewat terlebih dahulu. gayanya sudah kayak ambulance lewat atau seperti iring-iringan pejabat yang mau lewat. oke lah tak apa-apa. lebih baik menjauh dari iring-iringan mereka.
lalu ketika saya melewati sebuah SPBU di jalan sawangan, saya melihat tindakan anarkis mereka. ketika itu ada sebuah pick up hendak masuk ke SPBU. mobil toko bangunan sepertinya. di belakangnya masih terlihat pasir dan sekop pasir yang besar itu. iring-iringan motor yang dari arah berlawanan tiba-tiba berhenti. sepertinya pick up itu tidak memberi jalan iring2an itu. beberapa pengemudi motor langsung turun menghantam si supir, memukul2 mobil dengan sekop. menghancurkan kaca mobil dan lampunya. si supir ditarik keluar, dikeroyok beberapa orang. aku yang berada di dalam mobil berteriak ingin menyudahi adegan itu. akhirnya si supir lari masuk ke SPBU meningggalkan mobilnya yang melintang di jalanan.
padahal, iring2an itu bisa bersabar sebentar membiarkan si pick up masuk SPBU. apa salahnya bersabar. kalau pun si supir pick up itu yang nyelonong tidak sabar bukan berarti harus dipukuli dan dirusak mobilnya. kasihan. supir itu mungkin hanya kuli. bayangkan bila dia harus menanggung ganti rugi mobil yang dirusak itu. belum lagi musti babak belur dipukuli.
ah, sedih sekali melihatnya. geram. gemas. apalagi ini menjelang ramadhan. bukankah seharusnya kita bersiap menyambut ramadhan dengan kedamaian. bukan dengan aksi anarkis.
sepanjang perjalanan, aku hanya bisa beristigfar. ternyata rasa bangga terhadap golongan bisa menutupi rasa saling menghormati. apa yang patut dibanggakan kalau begitu.
Senin, 26 Juli 2010
Sabtu, 17 Juli 2010
pelukan adalah obat paling mujarab untuk anak anda yang sedang sakit.
Rabu hingga kamis lalu, suhu badan raihana panas hingga mencapai 38 derajat C. bahkan sesekali hingga 39 derajat C. aku kembali panic. Ada apa denganmu nak? Awalnya aku menduga, panasnya raihana ini ada kaitannya dengan perubahan cuaca yang mendadak di hari selasa sore. Pada hari itu, cuaca di pagi dan siang hari begitu terik. Tiba-tiba sore turun hujan dan suhu udara menjadi dingin. Tapi aku mencoba menenangkan diri dan mencari penyebab panasnya yg meninggi ini.
Aku kompres badannya dengan air hangat. Lalu dia muntah cukup banyak. Syukurlah, perutnya tidak mual2 lagi. Pantas saja dia diam saja dan menolak makan sejak sore itu. Mungkin dia merasa mual dan tidak nyaman pada perutnya. Aku berharap dengan muntahnya ini panasnya segera turun. Namun ternyata tidak. Dua hari, dua malam panasnya tinggi. Aku terus mengompres badannya. Lalu aku beri obat penurun panas bila thermometer yang aku jepitkan di ketiaknya menunjukkan angka 38 lebih. Badan raihana agak mengigil menahan demam ini.
Setiap dia hendak tidur, tak pernah aku melepas pelukanku. Sampai-sampai aku keringetan merasakan panas badannya. Ketika shalat, tak pernah lupa aku memanjatkan doa untuk kesembuhan anakku. Aku usap-usap kepalanya. Aku keraskan doaku agar dia juga mendengar.
aku terus memeluknya, berdoa, menenangkan, membujuknya minum obat, membujuknya makan walau sesuap.
Jumat, dia sudah agak lebih baik. Panasnya hanya berkisar 37 derajat. Masih hangat. Tapi sudah agak tenang. Mau makan walau sedikit. Hingga sabtu, panasnya tetap 37 derajat. Masih susah makan. Mulutnya agak bau. BAB-nya agak encer karena sedikit makanan padat yg masuk.
Akhirnya, untuk memastikan apa sakitnya, sabtu pagi aku bawa dia ke dokter. Ternyata raihana kena radang tenggorokan. Aku cari-cari informasi di internet mengenai penyakit ini. Memang sama gejala yang aku lihat. Gejala radang tenggorokan karena virus: panas tinggi, mulut agak berbau, tidak mau makan, pilek sedikit, batuk tanpa dahak.
Aku juga tidak perlu terlalu khawatir. Penyakit ini memang agak sering menyerang balita karena daya tahan tubuhnya yang masih blm stabil. Bila karena virus, dia akan pulih sendiri dalam beberapa hari bahkan dalam waktu 2 minggu bergantung daya tahan tubuhnya. Tinggal bagaimana kita memberi asupan gizi ke anak dengan baik dan istirahat yang cukup. Lalu bagaimana bila dia tidak mau makan? Tenggorokannya terasa sakit bila menelan. Alternatifnya dengan memberinya bubur, kuah sup, atau jus. Yang harus lebih sering kita berikan adalah air hangat. Tidak perlu antibiotic.
Alhamdulillah, tadi aku ukur suhunya, sudah turun ke angka 36. Tidurnya sudah agak nyenyak. Memang masih batuk sedikit2. Tapi aku sudah menyiapkan jurus jitu untuk batuknya ini.
Tapi, bila aku boleh menyimpulkan, sebenarnya resep yang paling ampuh ketika anak sakit adalah pelukan. Bila aku diperlakukan seperti itu ketika sakit, aku akan merasa nyaman, merasa diperhatikan dan berharga. Perasaan itu akan memicuku untuk segera sembuh karena aku tidak ingin membuat sedih ibuku yang sudah begitu lelah menjagaku selama sakit tanpa sekalipun mengeluh.
Karena itulah nak, umi berharap, semoga pelukan umi kelak memiliki arti untukmu dan semoga kamu akan selalu mengingat betapa umi begitu menyayangimu. Sehat selalu ya nak!
Aku kompres badannya dengan air hangat. Lalu dia muntah cukup banyak. Syukurlah, perutnya tidak mual2 lagi. Pantas saja dia diam saja dan menolak makan sejak sore itu. Mungkin dia merasa mual dan tidak nyaman pada perutnya. Aku berharap dengan muntahnya ini panasnya segera turun. Namun ternyata tidak. Dua hari, dua malam panasnya tinggi. Aku terus mengompres badannya. Lalu aku beri obat penurun panas bila thermometer yang aku jepitkan di ketiaknya menunjukkan angka 38 lebih. Badan raihana agak mengigil menahan demam ini.
Setiap dia hendak tidur, tak pernah aku melepas pelukanku. Sampai-sampai aku keringetan merasakan panas badannya. Ketika shalat, tak pernah lupa aku memanjatkan doa untuk kesembuhan anakku. Aku usap-usap kepalanya. Aku keraskan doaku agar dia juga mendengar.
aku terus memeluknya, berdoa, menenangkan, membujuknya minum obat, membujuknya makan walau sesuap.
Jumat, dia sudah agak lebih baik. Panasnya hanya berkisar 37 derajat. Masih hangat. Tapi sudah agak tenang. Mau makan walau sedikit. Hingga sabtu, panasnya tetap 37 derajat. Masih susah makan. Mulutnya agak bau. BAB-nya agak encer karena sedikit makanan padat yg masuk.
Akhirnya, untuk memastikan apa sakitnya, sabtu pagi aku bawa dia ke dokter. Ternyata raihana kena radang tenggorokan. Aku cari-cari informasi di internet mengenai penyakit ini. Memang sama gejala yang aku lihat. Gejala radang tenggorokan karena virus: panas tinggi, mulut agak berbau, tidak mau makan, pilek sedikit, batuk tanpa dahak.
Aku juga tidak perlu terlalu khawatir. Penyakit ini memang agak sering menyerang balita karena daya tahan tubuhnya yang masih blm stabil. Bila karena virus, dia akan pulih sendiri dalam beberapa hari bahkan dalam waktu 2 minggu bergantung daya tahan tubuhnya. Tinggal bagaimana kita memberi asupan gizi ke anak dengan baik dan istirahat yang cukup. Lalu bagaimana bila dia tidak mau makan? Tenggorokannya terasa sakit bila menelan. Alternatifnya dengan memberinya bubur, kuah sup, atau jus. Yang harus lebih sering kita berikan adalah air hangat. Tidak perlu antibiotic.
Alhamdulillah, tadi aku ukur suhunya, sudah turun ke angka 36. Tidurnya sudah agak nyenyak. Memang masih batuk sedikit2. Tapi aku sudah menyiapkan jurus jitu untuk batuknya ini.
Tapi, bila aku boleh menyimpulkan, sebenarnya resep yang paling ampuh ketika anak sakit adalah pelukan. Bila aku diperlakukan seperti itu ketika sakit, aku akan merasa nyaman, merasa diperhatikan dan berharga. Perasaan itu akan memicuku untuk segera sembuh karena aku tidak ingin membuat sedih ibuku yang sudah begitu lelah menjagaku selama sakit tanpa sekalipun mengeluh.
Karena itulah nak, umi berharap, semoga pelukan umi kelak memiliki arti untukmu dan semoga kamu akan selalu mengingat betapa umi begitu menyayangimu. Sehat selalu ya nak!
Rabu, 07 Juli 2010
Selasa, 06 Juli 2010
episode adik
suatu sore:
anak: umiii... aku mau adek dong kayak pandu! (pandu itu sepupunya)
emak: (kaget) ya udah, kita berdoa ke Allah, yuk, biar kamu dikasih adik.
anak: tapi aku mau yang walna bilu, ya!
emak: (bengong).
hari lain:
anak: umi, adiknya udah ada di pelut umi belom?
emak: belum nih.
anak: umi, adiknya ada yg walna pink, ga? aku mau yang pink.
emak: (bengong)
anak: umiii... aku mau adek dong kayak pandu! (pandu itu sepupunya)
emak: (kaget) ya udah, kita berdoa ke Allah, yuk, biar kamu dikasih adik.
anak: tapi aku mau yang walna bilu, ya!
emak: (bengong).
hari lain:
anak: umi, adiknya udah ada di pelut umi belom?
emak: belum nih.
anak: umi, adiknya ada yg walna pink, ga? aku mau yang pink.
emak: (bengong)
Langganan:
Postingan (Atom)