Sabtu, 17 Juli 2010

pelukan adalah obat paling mujarab untuk anak anda yang sedang sakit.

Rabu hingga kamis lalu, suhu badan raihana panas hingga mencapai 38 derajat C. bahkan sesekali hingga 39 derajat C. aku kembali panic. Ada apa denganmu nak? Awalnya aku menduga, panasnya raihana ini ada kaitannya dengan perubahan cuaca yang mendadak di hari selasa sore. Pada hari itu, cuaca di pagi dan siang hari begitu terik. Tiba-tiba sore turun hujan dan suhu udara menjadi dingin.  Tapi aku mencoba menenangkan diri dan mencari penyebab panasnya yg meninggi ini.

Aku kompres badannya dengan air hangat.  Lalu dia muntah cukup banyak. Syukurlah, perutnya tidak mual2 lagi. Pantas saja dia diam saja dan menolak makan sejak sore itu. Mungkin dia merasa mual dan tidak nyaman pada perutnya. Aku berharap dengan muntahnya ini panasnya segera turun. Namun ternyata tidak. Dua hari, dua malam panasnya tinggi. Aku terus mengompres badannya. Lalu aku beri obat penurun panas bila thermometer yang aku jepitkan di ketiaknya menunjukkan angka 38 lebih. Badan raihana agak mengigil menahan demam ini.

Setiap dia hendak tidur, tak pernah aku melepas pelukanku. Sampai-sampai aku keringetan merasakan panas badannya. Ketika shalat, tak pernah lupa aku memanjatkan doa untuk kesembuhan anakku.  Aku usap-usap kepalanya. Aku keraskan doaku agar dia juga mendengar.

aku terus memeluknya, berdoa, menenangkan, membujuknya minum obat, membujuknya makan walau sesuap.

Jumat, dia sudah agak lebih baik. Panasnya hanya berkisar 37 derajat. Masih hangat. Tapi sudah agak tenang. Mau makan walau sedikit. Hingga sabtu, panasnya tetap 37 derajat. Masih susah makan. Mulutnya agak bau.  BAB-nya agak encer karena sedikit makanan padat yg masuk.

Akhirnya, untuk memastikan apa sakitnya, sabtu pagi aku bawa dia ke dokter. Ternyata raihana kena radang tenggorokan. Aku cari-cari informasi di internet mengenai penyakit ini. Memang sama gejala yang aku lihat. Gejala radang tenggorokan karena virus: panas tinggi, mulut agak berbau, tidak mau makan, pilek sedikit, batuk tanpa dahak.

Aku juga tidak perlu terlalu khawatir. Penyakit ini memang agak sering menyerang balita karena daya tahan tubuhnya yang masih blm stabil. Bila karena virus, dia akan pulih sendiri dalam beberapa hari bahkan dalam waktu 2 minggu bergantung daya tahan tubuhnya. Tinggal bagaimana kita memberi asupan gizi ke anak dengan baik dan istirahat yang cukup. Lalu bagaimana bila dia tidak mau makan? Tenggorokannya terasa sakit bila menelan. Alternatifnya dengan memberinya bubur, kuah sup, atau jus. Yang harus lebih sering kita berikan adalah air hangat. Tidak perlu antibiotic. 

Alhamdulillah, tadi aku ukur suhunya, sudah turun ke angka 36. Tidurnya sudah agak nyenyak. Memang masih batuk sedikit2. Tapi aku sudah menyiapkan jurus jitu untuk batuknya ini.

Tapi, bila aku boleh menyimpulkan, sebenarnya resep yang paling ampuh ketika anak sakit adalah pelukan. Bila aku diperlakukan seperti itu ketika sakit, aku akan merasa nyaman, merasa diperhatikan dan berharga. Perasaan itu akan memicuku untuk segera sembuh karena aku tidak ingin membuat sedih ibuku yang sudah begitu lelah menjagaku selama sakit tanpa sekalipun mengeluh.

Karena itulah nak, umi berharap, semoga pelukan umi kelak memiliki arti untukmu dan semoga kamu akan selalu mengingat betapa umi begitu menyayangimu. Sehat selalu ya nak!

Rabu, 07 Juli 2010

gaya manismu!

paling susah mendapatkan gaya manis tatkala raihana difoto.
hasilnya ya begini deh 



Selasa, 06 Juli 2010

episode adik

suatu sore:

anak: umiii... aku mau adek dong kayak pandu! (pandu itu sepupunya)
emak: (kaget) ya udah, kita berdoa ke Allah, yuk, biar kamu dikasih adik.
anak: tapi aku mau yang walna bilu, ya!
emak: (bengong).

hari lain:

anak: umi, adiknya udah ada di pelut umi belom?
emak: belum nih.
anak: umi, adiknya ada yg walna pink, ga? aku mau yang pink.
emak: (bengong)

Senin, 21 Juni 2010

(untuk ibu2) baru saja baca hadits ini: Dari Abu Umamah, ”Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ”Kemudian Jibril a.s. bertolak meneruskan perjalanan bersamaku, tiba-tiba aku melihat wanita-wanita yang kedua payudaranya diteteki oleh beberapa ular.” Kemudian aku bertanya, ”Kenapa mereka itu?” Kemudian ada yang menjawabku, ”Mereka adalah wanita-wanita yang menghalangi anak-anak mereka dari air susu mereka.”” (HR Al-Hakim, dia menyatakannya hadits shahih).

yang tersisa dari PKS

Munas II PKS baru saja berlalu kemarin. Hiruk pikuknya sudah tidak terasa lagi. Tapi masih ada yang tertinggal. Kesan-kesan yang muncul dari pemilihan tempat, penetapan kebijakan PKS menjadi partai inklusif, diterimanya nonmuslim dalam kepengurusan, dan pro-kontra terhadap itu semua.
 
Bila disimak, pro-kontra yang muncul di dunia maya begitu ramai. Ada yang mendukung, mempertanyakan, mencemooh, bahkan memaki pun ada. Komplite pokoknya. Yang ngasih komentar sebagian besar (ngakunya) orang Islam. Bahkan ada yang (ngaku) kader PKS juga. Aku memakai kata “ngaku” karena identitas di dunia maya begitu absurd. Tidak jelas. Bisa aja kan orang pakai ID tertentu untuk tujuan tertentu. Wallahu ‘alam.

Yang menjadi perhatianku, sepertinya apapun yang dilakukan PKS pasti menuai panen komentar baik di millis, blog, portal berita, dll. Memangnya ada apa sih dengan PKS sampe orang-orang begitu semangatnya memberi komentar. Apa istimewanya PKS? Hayoo jawab….

PKS ngomong A… langsung komentaaaaar… PKS melakukan B… panen komentaaar…. Hebat bener ya PKS itu. Jadi bikin aku makin penasaraaaaan….

Jujur saja, pada awal berdirinya PKS (yang dulu masih PK), aku termasuk orang yang kurang simpati kepada PKS. Ngapain sih cape-cape bikin partai? Aku tanya ke banyak orang kenapa musti bela-belain PKS. Dah gitu agenda ruhani jadi banyak disisihkan hanya untuk membahas PKS. Aku kan lagi butuh siraman ruhani, bukan politik…. Sampai-sampai aku enggan diamanahi apapun yang masih berkaitan dengan PKS. Aku nggak mau kena label politik aliran tertentu. Apalagi ikutan Direct Selling. Apaan tuh? Dah gitu aku bergaul dengan orang-orang yang membelakangi PKS. Makin parah deh.

Namun, jujur juga… di dalam hati kecilku… aku nggak bisa berpaling dari PKS. Setiap gerak-geriknya aku perhatikan. Orang-orang yang aktif di dalamnya pun aku perhatikan. Apa benar yang dikatakan orang kalau banyak aleg yang lupa daratan setelah dapet kursi di DPR? Apa benar banyak yang bermewah-mewahan? Apa benar partai ini hanya haus kekuasaan? Apa benar partai ini sudah menanggalkan Islam sebagai identitas?

Berita-berita di media massa tentang dirinya selalu aku baca. Berita di televise aku tongkrongi.

Akhirnya aku menemukan jawabannya. Jawaban itu tidak perlu aku cari jauh-jauh. Semuanya ada di sekitarku. Aku selama ini hanya menutup mata. Tidak mau melihat secara obyektif. Hanya prasangka yang aku kedepankan. Toh ternyata realitas di lapangan begitu berbeda dengan apa yang aku pikirkan.

Cobalah tengok mereka yang berada di level bawah. Mereka hanyalah kumpulan orang ikhlas yang ingin melakukan banyak kebaikan untuk masyarakat. Mereka rela mengorbankan waktunya untuk membantu masyarakat mengurus SKTM untuk keluarga tak mampu. Mereka berjibaku merancang kegiatan-kegiatan sederhana yang manfaatnya dapat langsung terasa oleh masyarakat sekitar, mereka langsung terjun ke daerah-daerah bencana tanpa menunggu komando pimpinan atau menunggu diekspos media. Mereka bahkan rela merogoh dompetnya untuk membantu masyarakat sekitar, membantu rakyat Palestina tanpa harus disuruh. Bahkan ada umahat yang rela membagi waktunya mengurus keluarga, juga mengurus ibu-ibu di sekitar rumahnya.

Ketika aku tanya kepada mereka, apa yang mereka cari? Jabatan? Kekuasaan? Tidak, mereka tidak mengharapkan itu semua. Bahkan mereka banyak mengeluarkan dana dari kantong sendiri untuk kegiatan-kegiatan itu. Bagi mereka ini sebagai ladang amal dan bekal amal saleh untuk di akhirat nanti. Lalu, kalau tidak memperolah apa-apa dari PKS mengapa mau seperti itu? Mereka hanya menjawab, ini adalah bagian dari dakwah yang ingin memberi sebanyak-banyaknya kebaikan untuk orang banyak.

Aku juga pernah bertanya, mengapa sih PKS seperti mengejar kekuasaan? Mereka menjawab kekuasaan itu perlu untuk mengamalkan nilai-nilai Islam yang universal. Top to down. Sebenarnya, bila PKS yang memimpin, masyarakat tidak akan dirugikan sama sekali. Bahkan diuntungkan. Semua kader PKS yang diamanahkan sebagai pemimpin harus bisa menjadi pelayan masyarakat. Korupsi harus diberantas. Kebocoran dana harus diminimalisasi agar bisa dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan yang bisa dinikmati langsung masyarakat luas.

Namun untuk mencapai niat tersebut tidaklah mudah. Banyak halangan dan rintangan. Orang-orang yang tidak suka akan terus berupaya melemahkannya dengan berbagai upaya. Dari dalam dan dari luar.

Pesanku, cobalah melihat dengan hati jernih, lapang, dan jauh dari prasangka. Lihat bukti kerja nyatanya. Kalau hanya omdo ya jangan diikuti.

Dan sekali lagi, jangan “membaca” PKS dari pejabat yang sering nongol di tivi saja. Cobalah lihat ke pelosok-pelosok. Anda akan tahu bedanya.

Anda akan tahu jawabannya.

Wallahu’alam.