Kamis, 21 Agustus 2008

kangen aa gym T_T

biasanya, aku sudah mengawali hari dengan kesibukan bersama rai. tak sempat rasanya nonton tivi dulu or bahkan menyalakan radio untuk sekadar menyemarakkan pagi. pagi-pagi, aku sudah harus mandi, bikin bubur, menyiapkan air hangat untuk rai, cuci piring, masak nasi, memandikan rai, ngasih makan, dll. kesibukan itu bisa bertambah2 ketika aku juga harus menyiapkan baju kerja suami (apalagi klo malem nggak sempet nyetrika). semua harus sudah selesai pukul 7 pagi kalo nggak mau kesiangan. agenda antaran suamiku dobel nih. nganter rai ke rumah nenek, lalu nganter aku ke kantor sini. baru deh doi berangkat ke tempatnya kerja. bisa kebayang betapa grabak-grubuknya aku. santai dikit, waktu berlalu, telat menanti.

tapi ada yang beda pagi ini. tumben2an suamiku nyetel radio (maklum, radionya baru aja bisa bunyi setelah diutak-atik suamiku). dan yang disetel itu radio pro2 fm yang tengah menyiarkan ceramah aa gym. sejenak aku tercenung... huhuhu... sudah lama sekali aku tak mendengar suara aa gym. suaranya yang tenang, lembut... aku jadi kangen aa gym.

ramadhan kali ini, mungkin aku tidak akan menemukan sosok aa gym di televisi. media kayaknya masih enggan memasang figurnya di setiap acara ramadhan. ternyata, efek dari berpoligaminya aa gym masih menoreh "luka" di masyarakat indonesia. tapi aku yakin, ada hikmah luar biasa yang didapatkan aa gym dari peristiwa itu. beliau bisa kembali menata hari-harinya dengan normal. tidak seperti waktu "terkenal" dulu. aa gym merasa seperti mesin yang susah sekali direm.

kini, aa gym sudah bisa menikmati kehidupan normalnya. walo masih sesekali diusik kehidupan rumah tangga poligaminnya. tapi tidak separah dulu. ekspos media sudah jarang.

ah, jujur aku kangen aa gym. ingin rasanya cepat2 main ke dt, mabid di sana. ikut tahajud di sana, dengerin ceramah langsung bada subuh.

dulu, waktu aku masih kuliah di bandung, dt adalah tempatku menghapus segala gundah gulana. lagi bete ama dosen, lari ke dt. patah hati (uhuy), lari ke dt. inget ortu, lari ke dt. susah mikirin skripsi, lari ke dt.

berdoa bersama aa gym, membuat hatiku ikut menjadi tenang. tak peduli air mata terkucur habis. setiap kata2 yang aa gym ucapkan... seperti menghujam dalam di hatiku. aku ikut terlarut di dalam kekhusyuannya.

aku begitu sangat kehilangan ketika harus kembali ke depok. maka tak heran, entah berapa kali aku bolak-balik ke dt hanya untuk menghapus kerinduan akan suasana yang menentramkan itu.

ah, kapan ya aku bisa kembali ke sana?

sumber foto: ini

Selasa, 19 Agustus 2008

maaf bila berpaling

beberapa bulan yang lalu, saya selalu berkutat dengan indesign. Ngulik isi-isinya sampe puas. Nemu hal-hal baru. dari yang tadinya buta sama sekali sampai akhirnya dibuat jatuh cinta padanya. Bener ya kata pepatah, tak kenal maka tak sayang, makin kenal makin sayang.

Di tengah-tengah masa indah itu, aku terpaksa harus beralih ke lain hati. Si indesign terpaksa diacuhkan beberapa saat.

Hatiku yang lain adalah coreldraw. Aku sebenernya sudah mengenal corel sejak lama. Tapi jarang ngobrol. Jadinya nggak kenal2 amat. Kini, setiap hari aku selalu bercengkrama dengan coreldraw (seringnya ngelayout di sini nih). Sedih sih. Tapi mau bagaimana lagi. Tugas lain menanti di coreldraw.

Bagiku, aku tetap suka indesign. Di sinilah aku menemukan sensasi seru. Senang rasanya ketika menemukan keajaiban2 indesign.

di corel aku juga menemukan variasi seru. Mata nggak mudah ngantuk, fullcolor! Kreasi yang lebih beraneka. Tapi entah ya, kesan yang kurasa tetap lebih luar biasa indesign.

Sabar ya indesign, kelak aku akan kembali!

Rabu, 13 Agustus 2008

si dia makin ganteng




ceritanya lagi pamer baju baru...

tapi...ups! kok ganteng2 pake sendal sih??? ah, gapapa. yang penting tetep ganteng kok... hehehe.

Selasa, 12 Agustus 2008

raihana 8 bulan, dan cintanya....


setiap rai ditanya mana foto abi? rai pasti mengarahkan pandangannya ke tembok tempat foto abi dipajang. lalu, sambil tertawa2 nyamperin, bela2in berdiri untuk menggapai foto abinya. hehehe.

abinya cuma berkomentar, ternyata rai lebih cinta foto daripada orangnya. hihihi...

Selasa, 29 Juli 2008

pertama dan pertama kalinya hari libur jadi hari kerja.

di kalender, jelas hari ini hari libur. tanggal MERAH. hari isra' mi'raj. semua orang asyik berlibur di rumah atau ke mana kek selain ke tempat kerja.

tapi apa yang terjadi? aku tetap harus masuk kerja. bukan lemburan. tapi hari kerja biasa.

ini akibat seringnya listrik mati bergilir. setiap kantorku mendapat giliran, berarti ada hari libur yang siap2 dijadikan pengganti hari saat listrik mati.

sepertinya, SKB menteri tentang hari kerja diganti pada hari libur sudah dilaksanakan di sini.

huhuhu.

yang terbayang kini, senyum raihana di rumah yang sedang asyik berduaan dengan abinya.

*ngiridotkom*

Jumat, 25 Juli 2008

si putri kecilku kena cacar api

cacar api atawa cacar monyet (silakan ketawa ya neng!) bahasa kerennya itu impetigo. cacar ini disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. biasanya menyerang bagian tubuh di dada, punggung, atau ketiak.

gejala awalnya tidak disertai demam, hanya bintik merah, seringnya disertai biang keringat. karena itu aku awalnya menganggap itu bintik biasa (biang keringat). lalu muncul gelembung, pecahnya cepet loh. lalu muncul deh seperti bekas luka tersundut rokok. hiks....

awalnya rai hanya punya satu titik luka itu saja. aku bawa ke puskesmas dikasih antibiotik dan salep. aku treatment dengan mandi pake antiseptik, cuci baju rai dengan antiseptik, kasih makan yang bergizi (jus jeruk aku banyakin). aku olesin salep dari puskesmas. atas desakan nenek-kakek, antibiotiknya aku kasih ke rai (hiks...) tapi beberapa hari kemudian kok nggak kering2 ya lukanya. malah bertambah bintik2 merah bergelembungnya.

nenek-kakeknya dah panik. minta segera dibawa ke dokter anak. awalnya aku masih memberi kesempatan obat dari puskesmas untuk bekerja. mungkin masih taraf penyembuhan. si rai juga happy2 aja tuh alias nggak panas, masih super lincah, makannya doyan, susu doyan... tapi kok, ternyata memang lama sekali ya keringnya....

kakek neneknya ga tega liat rai begitu, akhirnya ga mau dulu ngasuh rai. jadilah sang emak bolos kerja jagain rai sampe sembuh.

karena nggak tahan mendengar desakan nenek-kakeknya rai, juga rasa ga tega liat si kecil kegatelan, aku bawa juga ke dokter anak di hermina. dikasih resep antibiotik baru, salep baru, dan obat antivirus (kayak komputer aja deh si rai).

aku menyesal udah terlanjur memberikan rai antibiotik dari puskesmas. setelah tanya sana-sini, mau ga mau antibiotik itu harus dihabiskan dulu. aku nggak menebus obat oral dari dokter anak itu, yang aku tebus hanya salepnya aja. merek salepnya: bactroban. salep paten dengan harga PATEN!

ternyata emang paten deh salepnya. nggak lama kemudian, tiga hari luka2 rai dah kering dan sembuh.

alhamdulillah, rai sembuh, kakek nenek riang!

pesan moral:
1. kakek-nenek cerewet itu pertanda sayang ama cucu, jangan dicuekin gitu aja. dengarkan yang baiknya.
2. jangan meremehkan sakit anak (apalagi masih di bawah satu tahun).
3. masih perlu banyak belajar tentang penyakit2 anak dan cara menanggulanginya, biar nggak kebanyakan ke dokter dan minum obat (yang mengakibatkan kanker 'kantong kering' ortu).
4. mencegah lebih baik daripada mengobati!

Minggu, 20 Juli 2008

penerbitan vs percetakan

sebenernya ini adalah salah kaprah model lama. dari zaman kuliah di TGP Poltek UI sampe sekarang orang kebanyakan suka salah kaprah menyamakan penerbitan dan percetakan.

seperti tadi, waktu berangkat ke kantor, aku turun di jalan juanda. waktu mau naek ojek, aku ditanya ama pak ojek,

"ke mana mbak?"
"ke G*** I*****"
"percetakan. mbak?"

huhuhu... karena males ngejelasinnya, cuma bisa jawab, "iya."

padahal kan, aku kerja di penerbitaaaan! bukan percetakaaaan!
rada nelongso hati ini.

loh emangnya kenapa? tentu saja beda.
waktu kuliah dulu, jurusan kami aja udah dibagi 2 antara penerbitan dan percetakan (baca:teknik Grafika). di penerbitan, kami lebih banyak belajar tentang proses menerbitkan sebuah media dari materi mentah sampai akhirnya siap jadi sebuah media cetak yang enak dibaca. setelah itu, program studi teknik grafika yang belajar bagaimana mencetak materi siap cetak media itu (buku/majalah/koran/iklan). di teknik grafika ini lebih banyak matakuliah teknik-teknik cetaknya.

dari segi arti juga beda.

penerbitan:
pe·ner·bit n 1 orang dsb yg menerbitkan; 2 perusahaan dsb yg menerbitkan (buku, majalah, dsb).
pe·ner·bit·an n 1 proses, cara, perbuatan menerbitkan: ~ majalah dinding di sekolah itu diawasi oleh guru bahasa Indonesia; ~ majalah yg menampung kegiatan para remaja patut mendapat perhatian para pendidik; 2 pemunculan; 3 urusan (pekerjaan dsb) menerbitkan (buku dsb): dl ~ ini sengaja dimuat foto pelajar teladan; dl organisasi yg diterjuninya ia menangani bidang ~ (KBBI online)

percetakan:
per·ce·tak·an n 1 tempat (perusahaan) cetak-mencetak (buku dsb); kantor cetak: buku-buku ini dicetak di ~ yg ada di kawasan industri; 2 perihal cetak-mencetak; segala sesuatu yg berhubungan dng cetak-mencetak: para pengusaha ~ tidak lepas dr norma dan kebiasaan itu;
pen·ce·tak n 1 orang yg pekerjaannya mencetak buku dsb; tukang cetak; 2 perusahaan (orang) yg mencetak; 3 alat dsb untuk mencetak.
(KBBI online)

tuh, beda kaaan? aku kan bukan tukan sablon, or tukang cetak... hiks. hiks...

tapi tak sepenuhnya salah sih si tukan ojek itu karena di tempatku kerja ini, ada juga sih percetakannya. hehehe.

tapi tetep aja kok ga rela ya dibilang kerja di percetakan. aku kan ga ngerti proses cetak mencetak kayak gitu... ngertinya cuma ya ngedit (kurang jago), or ngelayout (lumayan bisa deh).