Minggu, 06 Juli 2008

cinta itu bukan menyayangi orang yang sempurna

"Cinta itu adalah bukan menyayangi orang yang sempurna, tetapi Cinta itu adalah menyayangi orang yang tak sempurna dengan cara yang sempurna"
<add id = hikmaharian>

baru beberapa menit lalu aku dapet kiriman ini. jadi teringat seseorang dan tersentuh ingin nulis sesuatu.

----------------

jujur ya, paling susah loh menerima kekurangan orang lain. komentar kita selalu kok gini sih, kok gitu sih. kita seringnya siap menerima segala kelebihan2 seseorang. abis dah terima enak. hehehe.
coba bandingkan ketika kita telah mengetahui kekurangannya. duuuh, bikin bete klo dirasa-rasanin. keseel... kecewaaa... kenapa? ya karena mungkin itu jauh dari apa yang kita harapkan dan kita sendiri nggak suka dengan itu.

contoh, kita punya temen baiiik banget, hobi nraktir, senang berbagi. tapi ternyata dia suka ngambek. ngambeknya ini bikin bete. hihihi.  kita nggak mungkin kan nerima kebaikan dia aja tapi menolak kelemahannya. itu namanya mau enaknya sendiri. kalo bener2 cinta dengan dia, maka terimalah semuanya. atau ketika kita punya teman yang pinternya minta ampun. argumen2nya hebat. tulisannya bagus2. tapi dia ternyata sensi banget walo ngakunya sih enggak. tentu saja kita harus tetap cinta kan? mencintai dengan menerima kepintarannya dan kesensiannya.

begitu juga ketika kita punya pasangan hidup yang karakternya jauh dari harapan kita. nggak mungkin kan kita memutuskan cinta begitu saja hanya karena tau dia tuh orangnya slebor, misalnya. nggak sadar kalo dia saja mau menerima kelemahan kita yang nggak bisa masak, misalnya.

kekurangan orang-orang yang kita cintai dapat diminimalisasi dengan nasihat yang sejuk penuh cinta, bersabar, and ikhlas menerimanya.

nyari orang yang sempurna? emang ada? mungkin hanya Rasulullah aja seorang. itu pun karena Rasulullah selalu mendapat bimbingan langsung dari Allah. bahkan tak jarang Rasul pun mendapat teguran dari Allah karena kealpaannya.

jadi menerima segala kelebihan dan kekurangan adalah sikap yang sempurna dalam mencintai seseorang.

---------------------

untuk temanku, sungguh aku mencintaimu apa adanya.

wahai suamiku, tak ada yang lebih layak menerima cinta suci ini selain dirimu. aku menerima dirimu dengan ikhlas. insyaAllah.

Rabu, 02 Juli 2008

ternyata kita belum tafahum

ada banyak tahap menuju ukhuwah yang indah. ada taaruf (saling mengenal), tahap tafaahum (saling memahami), tahap takaaful (saling mencukupi).

tahap taaruf, kita mengenal latarbelakang saudara kita, mengenal sukubangsanya, mengenal keluarganya. tahap tafahum, kita diminta mengenal lebih detil lagi diri saudara kita. mengenal dan memahami apa-apa yang disukai dan apa-apa yang dibenci oleh saudara kita, sehingga kita dapat bertindak sebaik-baik  nya kepadanya. kita juga diminta memahami kelebihan dan kelemahan saudara kita sehingga dapat bertindak tentu memikirkan kondisi saudara kita. lalu, tahap takaful. Setelah kita saling mengenal, kemudian saling memahami, akhirnya kita bisa saling mencukupi.

di sini, hampir setiap hari kami menghabiskan delapan jam bersama2. waktu yang lebih banyak dihabiskan dibandingkan dengan keluarga di rumah.

tapi apa yang terjadi. sudahkah tahapan itu semua dilaksanakan dengan baik?

kalau aku sih, hiks... belum. maklum. diriku lebih dominan sikap cueksnya terhadap sekitar. jadi boro2 deh.

so, mohon maaf bila ada sikap/perkataan yang tidak berkenan di hati saudaraku.

pertanyaan selanjutnya. tidakkah waktu yang sudah kita habiskan bersama bisa menjadi alasan yang logis untuk lebih mempererat ukhuwah ini juga?

walaupun memang, kita sudah menerapkannya di keluarga kita, dengan teman-teman ngaji kita, atau bahkan dengan teman-teman maya kita.

Minggu, 29 Juni 2008

fenomena MC di perumnas depok 1

tepatnya sih di kawasan RT.04/RW. 05 kelurahan depok jaya.

perumnas di awal tahun 80an.


aku besar di sini. lahir memang di jakarta, tapi nggak lama kemudian, aku diboyong ke depok karena bapakku dapet rumah di sana.

awalnya, generasi awal perumnas kala itu adalah pasangan muda. dari berbagai wilayah. karena itulah, penghuninya beraneka ragam dari berbagai suku bangsa.

aku punya banyak teman-teman sebaya. para generasi awal ini ketika pindah ke depok sudah mempunyai anak yang masih kecil2. maka rentang usia generasi kedua di sana tidaklah jauh beda. paling berbeda lima tahun saja. karena itu wajarlah, saat itu kawasan rumahku penuh dengan anak-anak kecil dan rame dengan keriuhan kami bermain.

perumnas di tahun 2000an.

kini generasi kedua itu sudah beranjak dewasa. hampir semuanya sudah menikah. dan kebanyakan generasi kedua ini mempunyai karier di luar. seperti aku. hehehe. bukan seperti generasi pertama yang kebayakan para ibu memang benar2 menjadi ibu rumah tangga.

lalu apa sih fenomenanya?

para generasi kedua ini memang mempunyai kehidupan sendiri. kebanyakan mereka tidak tinggal dengan orang tuanya di depok. mereka punya rumah sendiri. tetapi... hampir semuanya menitipkan anak ke orang tuanya masing2 (terututama klo anaknya perempuan, seperti aku).

jadilah kini, kawasan itu penuh dengan cucu-cucu dan para MC*.

ketika sore tiba, di jalanan depan rumah, penuh dengan para MC yang sedang menggendong cucu-cucunya. kadang sambil ngrumpi di depan rumah.

begitulah.

MC= Momong Cucu

Rabu, 25 Juni 2008

alhamdulillah, sudah tujuh bulan!




nggak terasa ya, my baby dah tujuh bulan sekarang. dah pinter.

ulasan lengkapnya,
KLIK

di sini ya!

Sabtu, 21 Juni 2008

[ANB] skandalnavia




ini hasil kreasi iseng si bunbun... cukup membuat para istri yang lain 'kepanasan'...

bagaimana komentar anda?

Rabu, 18 Juni 2008

akyu masssiiih sepertiii yang duluuu.

masih inget lagu itu? hihihi... itu adalah lagu jadoel tahun lapanpuluhan. penyanyinya... dian pisesa. saat itu lagi booming lagu2 cengeng ala betaria sonata, pance pondaah (bener ga ya nulisnya?).... buat yang masa remajanya di tahun 80-an pasti ngeh deh.

kenapa aku jadi suka lagu ini??? gara2nya, di rumahku ga ada kaset lagu laen selain ini. ga ada tuh kaset lagu anak2. blm punya duit kale yee buat beli. bapak mungkin dulu beli iseng aja ngikutin mode.

dilalah, anak cewek satu2nya yang lagi pengen eksplorasi banyak hal (waktu itu masih SD kalee kelas 3 SD), penasaran pengen nyetel. eh, pas didenger asyik juga ya... hihihi.... jadi deh aku sering muter lagu ini.... sampe2 sempet berkhayal jadi penyanyi beneran dan ketika maen di lapangan bareng temen2, aku pura2 jadi penyanyi... dan yang dinyanyiin ya lagu ini... hahaha.

lirik lagunya yg aku inget:

judulnya: tak ingin sendiri

aku masih seperti yang dulu

menunggumu sampai akhir hidupku
kesetiaanku tak luntur
hatiku rela berkorban
demi keutuhan kau dan aku....

malam ini tak ingin aku sendiriii
mencari bayangan bersama bayanganmu (??)
bla bla bla.....

oh kasiiih... oh sayaaaang....

huahahaha.. geli banget deh ternyata masih inget!

pelajaran moral nomor tujuh: jangan meletakkan kaset lagu dewasa sembarangan, terutama yang punya anak kecil. ingatan anak kecil kuat loo... nih buktinya. hihihihi....

Minggu, 15 Juni 2008

bidadari-bidadari ke ciwidey


ida-lena-zeni-ade-akyuuu

gara2... mpok yang satu ini... aku jadi panaasss.... lalu tiba-tiba memoriku mengajak flashback ke tahun 2001... saat aku masih kul di bandung.

asyik jalan2 bareng dengan temen2. salah satunya ke CIWIDEYY!

mohon maklum klo gambarnya jelek. ini adalah foto lama yang discanning. saking oldnya, aku kasih efek grayscale aja deh.

mau lagi duuunk ke sonoooo!!