Kamis, 26 April 2007

jumat ceria!

awal hari ini, aku mulai dengan keceriaan berkat kumpulan nasyidnya ian yang semangat banget yang aku setel kenceng2 di MP3 player di rumah. diawali pembacaan al-matsurat, lalu langsung diikuti entakan nasyid yang penuh semangat! heah! nasyidnya emang bener2 ian banget deh.


matahari bersinar cerah! setrika baju jadi semangat! ngepel jadi semangat! dan rumah pun kinclong! dan berangkatpun dengan perasaan puas dan senang!


tapi, kok sekarang2 ini aku jadi berasa eneg ya? jadi nggak nafsu makan. padahal kemaren2 makan mulu. kenapa sekarang jadi eneg dan nggak nafsu makan?

Rabu, 25 April 2007

hari uring2an sedunia

Hari ini adalah hari uring2an sedunia buatku. Sejak bangun tidur tadi pagi hingga sekarang, suasana hati nggak karuan. Bawaannya senewen melulu. Suamikulah yg jadi korban pertama. Badannya aku “pukul2in” terus. Tentu saja bukan pukulan ala praja ipdn, loh.


 


Bukan tanpa sebab uring2anku kali ini.


 



  • Pertama, waktu pergi kerja tadi, kondisi rumah masih belum memuaskan. Cucian yg udah bersih, kena kotoran lagi hingga harus dibilas dan nggak sempet dijemur. Padahal, sinar matahari pagi ini begitu CERAAAH! Sayang banget kalo sampe nggak sempet jemur baju. Sekarang aku punya kebiasaan baru. Ketika matahari bersinar cerah, yang selalu aku bayangkan adalah jemuran baju berjejer2. hehehe. Lantai depan tadi nggak sempat disapu jadi masih kelihatan kotor. Yang bikin keselnya itu, aku nggak punya waktu cukup untuk membereskan semua. Bete abis deh. Pengen banget bolos kerja buat beres2 rumah. Pulang kantor kemarin, aku emang ga langsung pulang. Aku pergi ke rumah ibu sampe malam. Sehingga, ketika udah sampe di rumah bawaannya udah pengen cepet tidur. Ngantuk berat! Nggak sempet deh ngapa2in. ganti baju, shalat, langsung tidur. Baru deh pagi2 kelabakan. Hiks. Jadi masih kebayang2 deh istanaku itu.

 



  • Kedua, dari bangun tidur aku udah laper berat! Tapi nggak ada makanan di rumah. Mau masak nggak mungkin karena rumah masih berantakan. Waktu udah mepet banget. Jam tujuh harus udah siap2 berangkat kerja lagi. Baru deh pas sampe kantor aku bisa sarapan.

 



  • Ketiga, aku merasa capeeeek banget. Tidur rasanya nggak cukup. Hari ini sebenernya pengen banget di rumah aja. Tapi ya gimana. Kudu masuk juga. Membayangkan sabtu ini masih masuk kantor juga bikin uring2n. kok waktuku serasa nggak cukup ya. Cuma diisi rutinitas. Waktu lebih banyak dihabiskan di kantor. Ingin rasanya berhenti bekerja. Capek. Tapi kalo dipikir lagi, aku masih harus bekerja dalam beberapa waktu ini. Waktu yang mungkin nggak sebentar.

 



  • Keempat, ketika pulang ke rumah ortu kemarin, capek juga mendengar segala komentar2 tentang sesuatu yang harus begini, harus begitu. Komentar yang tiada henti. Capek dey, dengernya! Inginnya aku pulang dengan tenang, malah menyisakan beribu pikiran.

 



  • Kelima, pegal di tangan kananku kok ga ilang2 ya. Padahal udah diurut oleh tukang urut langgananku, udah dipijitin suami, udah dipijitin bapak. Huhuhu….

 


Sepanjang pagi, aku cemberut saja. Sampe suamiku nanya, “kenapa sih, kamu? Kurang vitamin ya?” iiih, orang lagi bete malah dibecandain. Sampe kantor lumayan berkurang sih uring2annya. Apalagi setelah menulis jurnal ini. Lega sedikit deh. Semoga aku diberi kesabaran ya melewati semua ini.


 


“Nak, maafkan ibu ya…. Bantulah ibu agar sabar dan kuat….”

Selasa, 24 April 2007

after married

ada teman bilang, setelah nikah:



  • sifat cuekku makin menjadi. yang awalnya udah cuek, makin cuek. hihihi... yah, mau gimana lagi. yang pasti aku nggak cuek terhadap keluargaku dan suamiku. kalau bisa semua harus tetap jalan komunikasinya walo terbatas waktu dan kesempatan.

  • aku makin jarang cerita-cerita. makin tertutup. ya tentu saja dunk. aku nggak mungkin cerita2 banyak hal lagi ke orang. kan udah ada suami. kepadanyalah semua kisah ditumpahkan. semua resah diucapkan. nggak perlu lagi main rahasia-rahasiaan. orang lain hanya sekadar saja. kalo pun aku cerita, tentu tidak ke sembarang orang. hanya orang yang bisa aku percaya saja.

  • aku makin nggak peka. mungkin iya. maklumlah, pikiranku masih disibukkan dengan masalah adaptasi, kompromi, diskusi, merancang masa depan dengan suami. yang lain sering terlewatkan. walo begitu, sebenarnya aku mengikuti kok perkembangan yang ada di sekitarku. memang ga secara langsung. yang penting masih ada cara untuk selalu stay tune di situ.

  • aku jarang telepon or sms ke teman. yah, gimana mau sms ato tlp, di rumah suami belum ada telepon. pulsa pun tidak bisa sembarangan dipakai. harus mengutamakan yang penting saja. anggaran pulsa tak sebanyak dulu.

aku kini nggak bisa menyibukkan diri untuk selalu memperhatikan apa kata orang terhadap diriku. aku hanya ingin menjadi diriku dan memberikan yang terbaik untuk orang-orang terdekat yang aku cintai.


alhamdulillah, usia kandunganku kini sudah masuk ke bulan kedua. satu lagi yang memerlukan perhatian ekstra dariku.


"nak, ibu tak sabar menanti kehadiran dirimu...." 

Minggu, 22 April 2007

masa' kalah sama cicak?

pas lagi buka2 milis tgp95 (almamaterku tempo dolo), ada kiriman tulisan ini. bagus juga buat bahan renungan. terutama buat jombloers.


--------------------------------------------------------------------


Cicak – cicak di dinding


Diam-diam merayap


Datang seekor nyamuk


Hap... lalu ditangkap


 Di balik syair yang sederhana itu sebenarnya mengandung makna yang sangat dalam. Diantaranya adalah bahwa rezeki setiap makhluk itu sudah di atur oleh Sang Pencipta. Lagu itu menggambarkan bahwa Sang Cicak tidak perlu menghampiri nyamuk, tapi nyamuklah yang datang. Sang Cicak sendiri tinggal membuka mulutnya dan "hap", lalu menelan sang nyamuk. Cicak yang tidak punya sayap sementara makanannya bersayap. Pernah lihat cicak mati kelaparan? pasti tidak, yang ada cicak mati terjepit pintu atau jendela. Atau pernah melihat cicak frustasi memburu nyamuk? tentu tidak, karena cicak percaya terhadap rezeki yang telah disediakan oleh Allah SWT. 


Sementara kita, manusia yang dianugerahi akal dan pikiran malah sering kali tidak yakin akan rezeki yang telah disediakan Allah SWT. Sebagian dari kita, ragu untuk menikah karena khawatir nanti tidak mampu untuk menghidupi anak dan isteri. Sehingga lebih memilih untuk menunda-nunda pernikahan dengan alasan belum mapan. Sebagian lagi ragu untuk berusaha atau berdagang karena khawatir hasilnya tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Kita juga sering merasa frustasi dalam mencari rezeki halal yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT, sehingga kita menempuh jalan pintas untuk mengambil yang haram.


Kita memang perlu mengambil hikmah dari keistiqamahan cicak dalam menjemput rezeki yang telah disediakan oleh Allah SWT bagi setiap makhluk.


“Dan tidak ada suatu binatang melata  pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata.”
Surat Huud ayat 6 [QS. 11: 6]


 
Wallahu’alam bishawab


sumber: milis tgp95

Jumat, 20 April 2007

mitos2 kehamilan.

Dua hari lalu, aku ngobrol2 ama niam soal mitos2 yang beredar di masyarakat tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama hamil. Seru juga.


 


Niam dapet wejangan itu dari ibu2 rt waktu arisan. Aku dapet dari ibu dan mbah tukang urut.


 


Dari daftar lengkapnya yang udah ada di sini ini, semalam aku baru aja dapet tambahannya.


 


Þ    jangan meper sembarangan


 


Akibat: nanti anaknya cemang cemong. (hihi... yang ada juga baju emaknya yang cemang cemong).


 


Mungkin masih banyak lagi mitos2 yang lain.


 


Yang jadi pertanyaan besarnya: APA KORELASINYA ANTARA MITOS ITU DENGAN KEHAMILAN?


 


Sampe sekarang aku masih bingung mencari jawabnya. Mungkin harus dilakukan penelitian khusus nih biar ilmiah.


 


Yang penting sekarang sih jaga kesehatan, pilih makanan yang bergizi, rajin kontrol ke dokter ato bidan, banyak berdoa agar dimudahkan persalinannya dan dilimpahi rezeki yang halal. menjaga sikap dari yang buruk2. menjaga ucapan. banyak baca Quran.


 


Soal mitos... silakan aja deh mau percaya apa nggak.

Kamis, 12 April 2007

hadiah terindah




ini dia hadiah yang paling indah waktu nikah kemaren.

mau tau siapa yg gambar?

ahad, 8 april 07, selasar rektorat ui




ahad lau ketika ada acara di senayan, aku dan beberapa teman tidak bisa ikut. kami diamanahi untuk mengadakan kegiatan khusus buat anak2 ABG sekitar rumah kami. dengan persiapan selama 2 minggu, alhamdulillah acara dapat berjalan lancar.

awalnya, aku dapat tugas jadi instruktur senam. tapi karena ada dedek di dalam perutku, aku jadi tukang foto aja deh. jadi maklum kalo aku jarang nongol di album ini.

walo panas2an, semua tetap semangat. aer sedus, rujak, dan mie goreng pun laris manis.

semoga kita semua tetap diberikan semangat untuk istiqamah ya....

sampai ketemu lagi di lain kesempatan!

*siap2 bikin laporan deh, huhuhu*