Selasa, 26 Februari 2008

Senin, 25 Februari 2008

[ASI] kenapa hanya bisa menyalahkan...

sejak melahirkan, produksi asi-ku memang sedikit. berbagai upaya udah dilakukan. suruhan orang udah dicoba. seperti makan sayur katuk yang banyak, makan pepaya dan daunnya, minum habatussauda, minum asifit, minum CDR, minum susu kedelai, minum susu khusus ibu hamil, nyusuin bayi terus-terusan sampe PD sakit2, dipijat biar lancar... tetep aja asi-ku sedikit. aku bingung.

setiap orang mengatakan asi adalah yang terbaik. memang itu aku akui. asi adalah makanan terbaik untuk bayi. kandungannya sudah disesuaikan dengan kondisi bayi oleh Allah. takarannya udah pas. namun, tidak setiap ibu dianugrahi asi yang banyak. malah kata ibu bidan yang memeriksa bayiku (bukan bidan tempat aku kontrol kehamilan. beda orangnya), Allah sudah menyediakannya di usai kehamilan 7 bulan. katanya, ibu yang hamil 7 bulan itu sudah memproduksi asi. PD-nya sering terasa kencang. bahkan ada yang sudah keluar kolostrumnya.

keuntungan asi itu besar sekali. terutama untuk membentuk antibodi dan daya imun yang kuat buat bayi. kata bidan, bayi yang diberi asi lebih kuat dibanding yang diberi susu formula. bayi yang diberi susu formula itu mudah sakit. terutama ISPA. gampang kena flu, de el el.

tapi, kenapa itu semua tidak terjadi padaku? usia 7 bulan, tak ada tanda2 ada asi di PD-ku. ketika melahirkan, bayiku hanya menghisap udara. sedih sekali....

pasca melahirkan, kondisiku kacau-balau secara mental dan fisik. obat-obatan dah aku coba. makan yang banyak, minum yang banyak. tetap saja tak keluar banyak. yang namanya kolostrum juga entah keluar atau tidak. mau tau mau, bayiku diberi formula.

sediiih rasanya setiap memberikan susu botol pada bayiku. hati ini tergores dalam. aku sudah menjadi ibu yang zolim pada anak, tak bisa memberikan yang terbaik. orang-orang sekitar juga terus saja menyalahkan aku. keluarga, bahkan suami. menyalahkan aku kenapa nggak bisa memberikan asi. ah, mereka hanya menambah luka perih di hati ini. tidak cukupkan penderitaanku setiap kali memberi susu botol, aku selalu dirundung perasaan bersalah yang amat besar? kenapa masih saja aku disalahkan?

iri rasanya melihat ibu2 yang bisa menyusui hingga bayinya kenyang.

setiap memberi susu botol, aku hanya bisa menabahkan hati dan berdoa semoga bayiku sehat selalu dengan tangis di dalam hati (udah nggak bs nangis lagi soalnya. dah abis airmatanya).

apalagi kini aku membaca postingan yang katanya susu formula ada yang terkontaminasi bakteri . bertambah bingung hati ini. dengan apa anakku makan?

kini, aku sudah tau sebabnya kenapa asi-ku nggak banyak. Allah sudah mendesain tubuhku seperti itu. aku sudah bisa menerima keadaan ini. kalau Allah sudah berkehendak demikian, tentu ada saja pertolongan-Nya. aku terus berdoa, agar buah hatiku senantiasa sehat selalu.

hiks....

umi raihana ngantor lagi

setelah 3 bulan umi asyik bercengkrama dengan raihana, kini umi harus ngantor lagi. umi pikir besok baru masuk. ternyata hari ini. kemarin umi ditelepon sama sdm.

umi kini harus menitipkan raihana ke rumah bupuh (ibu sepuh) dan mbah akung. di rumah tidak ada yg menjaga. nanti sore baru pulang lagi ke rumah. kamu jadi anak "jalanan" deh. pagi dan sore bolak-balik ke rumah bupuh dan rumah abi.

maafkan umi ya nak.... umi belum bisa menemanimu setiap waktu. weekend, kita habiskan waktu bersama, ya.

umi sedih berpisah denganmu, nak. karena itu, di kantor, umi pasang senyummu. agar umi selalu bisa menghilangkan kangen umi.

sampe ketemu lagi nanti sore....

mmuah!

Sabtu, 02 Februari 2008

my baby!!




alhamdulillah, pada tgl 26 nov 2007, telah lahir buah hati kami bernama "Raihana Putri Rahmani". semoga menjadi anak yang solehah, penyejuk hati dan kebanggaan umi-abinya.

foto ini diambil saat ia berusia kurang dari sebulan. lupa dah berapa minggu. judulnya: "AKU BENCI SELIMUT".
raihana paling nggak suka diselimuti, sehingga selalu mengeluarkan jurus mautnya untuk membebaskan diri dari selimut.

Senin, 28 Januari 2008

[kasbon] tahun kedua kami

28 januari, tak terasa, sudah 2 tahun kami bersama. tak sedikit sudah peluh dan air mata yang tertumpah. dalam dua tahun kebersamaan ini, tak ada sedikit pun cela yang kau lakukan. semua tampak indah, menawan, dan membuat hati ini makin merona.

aku coba mengorek hatinya. sejauh manakah ia sudah mencintaiku? terus terang aku penasaran. hehehe. kapan yah abi mulai mencintai umi?
 
jawabannya: "karena aku mencintaimu karena Allah, aku sudah mencintaimu sebelum menikah, sekarang, dan seterusnya...."

hati siapa yg nggak akan meleleh?

justru aku yang harus terus berbenah diri. agar aku bisa terus menjadi bidadarinya di dunia dan akhirat.

bi, maafkan umi yang masih suka nggak sabaran, cerewet, cuek, menuntut yang macem2.... padahal apa yang telah kau berikan sudah jauh dari cukup. sungguh!
 
ditambah lagi kehadiran si kecil mungil nan cantik, pintar, solehah!
 
"maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Rabu, 21 November 2007

[uneg2] kenapa sih mesti ada polisi tidur?

dulu sih nggak begitu terganggu dengan adanya polisi tidur. mau ada berapa biji kek di sepanjang perjalanan, nggak ngaruh.

tapi kini, setelah ada si baby di dalam perut, keberadaan polisi tidur walo cuma satu pun, rasanya begitu menyiksa. mau naek bejak, mobil, apalagi motor, polisi tidur itu bikin aku senewen.

tapi apa mau dikata. aku nggak bisa menolak keberadaannya. setiap hari, aku pasti melewatinya dengan jumlah yang tidak sedikit. di sepanjang jalan ke rumah, udah ada selusin polisi tidur. klo mau diitungin sepanjang jalan kantor-rumah, entah ada berapa tuh.

untuk penghuni di sekitar polisi tidur, keberadaannya mungkin menguntungkan. mobil, motor, becak yang lewat nggak ada yang berani ngebut-ngebut. kalo kata suami sih, biasanya ketika warga setempat memasang polisi tidur baru, itu berarti pernah terjadi tabrakan di tempat itu.

ah, sebenarnya seberapa efisien sih pemasangan polisi tidur terhadap berkurangnya jumlah tabrakan? bukannya kesadaran berdisiplin lalulintas yang lebih penting? mungkin di sini masih susah ya menumbuhkan kesadaran itu sehingga harus dibuat penghalang jalan yang  sebenarnya nggak aman juga buat sebagian orang.

walaupun suamiku udah mengurangi kecepatan motornya sepelan-pelannya, tetap aja, polisi tidur itu terasa menganggu tidur nyenyak si bayi dalam perutku. (sesama yang lagi tidur, jangan saling mengganggu, dunk!)

artikel terkait bisa klik di sini dan di sini.

Selasa, 13 November 2007

.: dia serupa dengan seorang mujahid :.

"Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla." (HR. Ahmad)

"Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah." (HR. Ahmad)

<add id = hikmaharian>

hikmaharian memang rutin mengirimkan hikmah2 renungan setiap harinya via YM. dan dua hadist ini aku peroleh kemarin. shahih tidaknya, aku minta konfirm aja deh ke bang syamsul yang lebih ahli soalnya bukan itu yang pengen aku tulis.

hadist ini begitu membuatku terharu. bagaimana tidak. sedemikian tinggi penghargaan bagi setiap kepala keluarga yang dengan sekuat tenaga, bercucuran keringat, menjemput rezeki untuk keluarganya tercinta. mungkin banyak yang memandang keren mereka2 yang bekerja di kantoran yang tentu saja lebih mudah mendapatkan uang dengan gaji yang memadai. mereka tidak mesti kepanasan, tidak mesti keluar tenaga besar. tapi coba lihat mereka yang mungkin karena keadaan terpaksa bekerja sebagai tukang becak, kuli, atau pedagang keliling. terkadang, kita menganggap remeh mereka.

toh, di hadapan Allah, mereka tetaplah mulia. sama mulianya dengan orang2 kantoran. aku sangat sedih bila masih aja ada orang yang memandang kerja kantoranlah yang lebih mulia statusnya dibanding pedagang, kuli, tukang becak. padahal mereka sama dengan seorang mujahid. selama pekerjaan yang digelutinya itu halal loh....

ga masalah jadi pedagang kaki lima asal dia profesional sebagai pedagang. nggak ngurangin timbangan, amanah, bisa dipercaya.... ga masalah bila ia jadi kuli asal dia kerja dengan tekun, rajin, tepat waktu, hasilnya bagus.

aku sangat nggak suka melihat seorang kepala keluarga yang kerjanya hanya leha2 aja. nggak mau mikirin nafkah buat keluarga. malah istrinya atau anak-anaknya yg disuruh banting tulang nyari uang. dia tidak tahu betapa tingginya pahala untuknya bila bersusah payah mencari nafkah untuk keluarga. setiap tetes keringatnya diganjar pahala dari Allah.

so, buat para bapak.... tidaklah sia-sia apa yang telah engkau lakukan demi memenuhi nafkah anak-istrimu. Jadikanlah ini sebagai ladang pahala, lakukanlah dengan penuh keikhlasan seberat apapun pekerjaan itu.

untuk suamiku, terima kasih atas segala usahamu yang tak kenal lelah... semoga kesabaranmu dan keikhlasanmu mendapatkan balasan yang indah dari-Nya. amien.