Rabu, 07 November 2007

selalu ada Allah

kehidupan itu selalu berubah2. ada senang ada sedih, ada sakit ada sehat. ada susah ada senang, de el el. ibarat sebuah koin, kedua hal itu berdempetan dengan jarak yang tipis.

kadang pagi kita sedih, siangnya bahagia. kadang kemarin hidup, sekarang sudah meninggal. tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kita nanti, bahkan satu menit dari sekarang pun.

apapun episode hidup yang sedang kita jalani. selalu ada Allah di situ. semua peristiwa yang terjadi adalah atas seizin dari-Nya. bahkan kesulitan yang kita alami pun, semua atas kehendak-Nya.

tapi janganlah berputus asa atas kesulitan itu. karena tanpa kita sadari, Allah senantiasa menyiapkan jalan keluarnya yang sangat indah, dan tidak disangka-sangka.

subhanallah....

*teriring salam cinta untuk suamiku tersayang, kuingin selalu menapaki jalan ini bersamamu, selamanya*

Selasa, 06 November 2007

[numpang woro-woro] dapatkan rumah tipe 27/72 dengan harga terjangkau!

Rating:★★★★
Category:Other
Buat Anda, pasangan muda, yang menginginkan rumah sendiri dengan harga dan cicilan yang terjangkau oleh dompet Anda, inilah tempat yang ideal untuk Anda.
Berbagai kemudahan akan Anda dapatkan:

* Uang Muka pun bisa dicicil sebanyak 5 kali!
* Lokasi di Jl. Citayam Raya, Depok.
* Cicilan ringan!
* Harga sudah termasuk Biaya BPHTB, PPN, IMB, Biaya Pemasangan Listrik dan Air.
* dan kemudahan lainnya!

Untuk informasi lengkap dan survey lokasi,hubungi:
Rakhmat Sadikin
Telp. (021) 70686610
-----------------------------------------------------------

Harga:

TYPE : 27/72
Harga Jual : 55,500,000
Uang Muka 20% : 11,100,000
Booking Fee : 500,000
KPR Bank 80% : 44,400,000
Angsuran KPR (Asumsi Suku Bunga 12.75%):
5 tahun : 1,054,900
10 tahun : 724,000
15 tahun : 633,800

---------------------------------------------------------------------------------
Pembayaran Uang Muka Dicicil
TYPE : 27/72
Uang Muka Setelah Booking Fee : 10,600,000
ANGSURAN UANG MUKA SETELAH BOOKING FEE
1 kali : 2,120,000
2 kali : 2,120,000
3 kali : 2,120,000
4 kali : 2,120,000
5 kali : 2,120,000

*Harga berlaku mulai tanggal 1 September 2007

Minggu, 04 November 2007

senangnya si dedek nendang2 lagi...

baru aja beberapa menit yang lalu, aku merasakan kembali gerakan yang biasa dilakukan si dedek. nendang2 dan bergerak-gerak. bikin lega. ffhuuhhh. alhamdulillah. sejak kemarin, aku lumayan jarang merasakan tendangannya. kok bisa gitu?

iya, kemaren aku diajak suami ke kebun raya bogor. ada acara dpra. suamiku dapet tugas jadi panitia advance. so, harus ke lokasi lebih dulu untuk mencari tempat. aku pikir ada panitia lain. ternyata suamiku sendiri. jadilah aku dan suami yg lebih dulu berangkat. dari depok naek kereta jam 7.30 WIB.

dari stasiun kami jalan kaki ke krb. di lokasi juga jalan2 sambil nyari2 lokasi yang cocok. akhirnya nemu sih. setelah menunggu satu setengah jam lebih, baru deh rombongan peserta sampai.  acarapun dimulai. aku cuma jadi penonton aja deh. males ikutan games and lomba. gerak fisik semua sih. hehehe....

acara kelar jam 2 siang. cuaca dah mendung. setelah semua bubar, aku, suami, dan beberapa temannya masih melanjutkan langkah ke kebun anggrek. bagus juga loh tempatnya. asri. seneng aja berada di tengah2 taman. bayar masuknya 2000 saja.

setelah puas di kebon anggrek, kami pun pulang.... ugh, aku dah nggak kuat jalan nih. bentar2 berhenti. perut rasanya kencaaaang sekali. dari pagi sampe pulang, aku ga merasakan gerakan2 baby kecuali rasa kencang di perut. kenapa ya? apa terlalu banyak jalan? huhuhu... takut juga nih.

pas sampe rumah aku langsung teler. malem harinya, biasanya kan si baby suka gerak2 tuh. ini jaraaang banget. klo pun ada tidak segiat hari2 lalu. khawatir juga.

tapi alhamdulillah, pagi tadi sempet merasakan gerakan baby. dan beberapa menit lalu nih baru kerasa yang seperti biasanya.

duh, dek... maafin ibu ya klo kemaren ngajak kamu jalan terlalu jauh. kamu pengen gerak2 jadi terhalang ya. yang penting kamu tetep kuat ya. tetep semangat! jangan kapok klo diajak jalan2 lagi sama ibu....

met gerak2 lagi yaaaa... ibu kangen tendanganmu. dug! 

Senin, 29 Oktober 2007

bingung menghitung tanggal kelahiran

sampe sekarang, aku masih aja bingung dengan usia kehamilanku. terakhir, aku mengira usia kehamilanku itu udah masuk 8 bulan. di ticker lilypie.com yang aku pasang juga menunjukkan usia 32 minggu. tinggal nunggu beberapa pekan lagi. (degdegan). di sisi lain, aku jadi tenang karena nggak diojog-ojogin bikin acara tujuh bulanan karena udah lewat waktunya.

tapi kemarin, ketika aku datang ke bidan, bidan bilang baru tujuh bulan. kaget juga. jadi masih dua bulan lagi baru lahiran.

dokter atau bidan biasanya menandakan usia kehamilan dari kapan terakhir si ibu mendapat haid. dari situ bisa dikira2. klo menurut teori itu berarti usai kehamilanku sudah masuk delapan bulan dong. kan aku terakhir haid bulan februari.

waktu itu bulan april, aku datang memeriksakan diri ke rs pasar rebo. menurut teori sih kehamilanku udah masuk usia 2 bulan. tapi pas di-USG, dokter bilang baru 1 bulan. ini tidak sesuai dengan hitungan akhir haid. dokter sampe memanggil suamiku untuk menjelaskan itu.

sejak itu aku ingat2 klo kehamilanku dihitung sejak maret, bukan februari. tapi klo menurut hitungan itu, bulan ini benar dong sudah masuk 8 bulan? atau jangan2 hitungannya dimulai dari april barangkali? ah, bingung. suamiku sih ketika diberitahu kalau jadwal kelahirannya kemungkinan diundur jadi sedikit lega katanya. alasannya jadi ada tambahan waktu bernafas buat siap2 menyambut kelahiran baby.

prediksi lahir pun jadi berbeda2. kesimpulannya sih antara nov-des barangkali. tapi bu bidan bilangnya malah januari. hehehe....

ah, sudahlah... nggak usah diambil pusing. yang penting dari sekarang menyiapkan mental, nyicil2 perlengkapan bayi, nyiapin duit, belajar mengenali tanda-tanda kelahiran. jadi kapan pun si baby mau keluar, kita dah siap. bulan depan USG lagi aja deh biar memastikan.

so, kalo ditanya orang, "kapan lahirannya?"

jawabnya, "barangkali bulan ini atau bulan itu."

yang kemaren nanya trus aku bilang dah 8 bulan... diralat yaa.... hehehe....

trus, postingan aku yang lalu juga diralat ya....hehehe.

Jumat, 26 Oktober 2007

sabtu pusing...

hari ini adalah sabtu pertama masuk setelah libur lebaran kemaren. entah kenapa, sabtu ini aromanya bikin nggak mood banget. bangun tidur pagi tadi aku udah pusing2 and serasa melayang. ketika harus berangkat kerja pagi ini, ugh... betapa beraaaat rasanya.

gara2nya, semalem aku cuma makan malam pake mie instan goreng doang. huhuhu... kapok deh makan mie! semalem terpaksa sih karena lagi nggak mood masak and belanja (maklum tanggal tua. hehehe). kenyang sih kenyang. tapi paginya langsung deh bereaksi.

aku emang paling nggak bisa memakan masakan yang pake penyedap rasa. ya sasa, ajinomoto... segala penyedap rasa deh. kaldu instan penyedap aja nggak bisa. klo bikin kaldu musti dari daging asli. makan mie instan juga bisa dibilang jarang banget. seminggu sekali atau dua minggu sekali, atau sebulan sekali baru deh makan mie.

sejak kecil memang tidak dibiasakan. klo makan pake penyedap, badanku langsung berontak. pusing nggak jelas di kepala bagian belakang. lemes... perut rasanya kembung. efek itu baru bisa ilang besok harinya.

biasanya, untuk menetralisasi badan, aku makan telor asin atau minum susu full cream. hari ini aku nggak nemu itu. aku cuma minum susu ibu hamil aja. tapi efeknya masih terasa. nih klo lagi jalan ke manaa gitu, rasa melayang2nya masih terasa.

efek lainnya, nggak mood ngapa2in!! jadilah hari ini nulis2 aja ah. pokoe kapok ah makan mie lagi!!!

Kamis, 25 Oktober 2007

alonso, oh alonso....

 

Gatel juga pengen ngomentarin hasil akhir seri grandprix formula 1 tahun ini setelah membaca beberapa komentar teman yang juga pemerhati f1 (aku nggak selalu rutin nonton balapannya sih, tapi nggak mau ketinggalan infonya via media massa or internet).

 

Sejak dua tahun lalu, tepatnya mulai tahun 2005 sewaktu dia pindah ke Renault, aku dah mulai memperhatikan sepak terjangnya (tulisan lengkapnya bisa liat di sini, di blog aku yg dah ga pernah diupdate. Hihihihi :)

 

Saat itu, aku memprediksi hanya ada dua pembalap yang punya kans besar jadi juara dunia: Kimi and Alonso. Ketika balapan mulai bergulir, ternyata ada satu nama pembalap baru yang kemudian disebut rookie oleh pecinta f1, lewis Hamilton, rekan setim Alonso. Awalnya, aku nggak terlalu ‘nganggep’ dia.  Tapi setelah adanya kasus team order yang seakan2 memenangkan Alonso (lupa waktu di sirkuit mana ya? Klo ga salah di Bahrain). Saat itulah si Hamilton mulai bertingkah, memprotes kebijakan tim. Melihat kemampuan Hamilon yang cukup menjanjikan, McLaren akhirnya  membuat kebijakan tidak akan mengistimewakan salah satu pembalapnya. Semua akan diperlakukan sama dan diberi kesempatan sama untuk menjadi juara.

 

Saat itu belum terbongkar skandal spionase McLaren. Aku anggap masih fair lah kemenangan Hamilton itu. Malah aku ga gitu suka klo Alonso menang karena adanya team order. Bukan karena usaha sendiri. Nggak papa kali bersaing dengan rekan setim sendiri. Yang penting fairplay. Tapi lama kelamaan, terasa banget keberpihakan McLaren terhadap Hamilton. Maklum sih, Hamilton dibesarkan oleh McLaren. Sedang Alonso besar karena prestasinya menjadi juara dunia dua kali. Mungkin juga ada sentimen kedaerahan eh, kenegaraan. Lama2 Alonso makin sebel dengan McLaren.

 

Apalagi setelah terbongkar kasus spionase McLaren yang berhasil mengintip rahasia dapur Ferrari. Makin ga respek aja deh. Kasian banget Alonso terjebak di tim itu. Alonso mungkin juga makin sebel ama Ron Dennis. Udah bikin suasana nggak nyaman dengan ketidaktegasanya menentukan mana pembalap 1 dan 2, ternyata bikin mobil pun hasil sontekan tim lain. Alhasil, Alonso pun rela jadi saksi di persidangan kasus itu yang hasilnya memberatkan McLaren. Tim itu pun kena hukuman dihapus semua perolehan poin. Alonso juga kena hukuman oleh tim. Support dikurangi. Hehehe.  Sejak itu, aku pasrah deh klo Alonso nggak bisa mempertahankan gelar juaranya. Tapi aku juga ga rela klo Hamilton yang jadi juara dunia. Nggak rela banget!

 

Alonso mungkin salah membeberkan ketidaknyamanannya di McLaren ke media. Tapi aku anggap wajar karena siapa sih yang ga gerah diperlakukan tidak sesuai dengan kontrak awal. Ada juga isu berkembang yang mengatakan Alonso tahun depan nggak akan di McLaren lagi. Ada yang bilang ke Renault, Ferrari, bahkan Toyota. Menurut aku, Alonso nggak akan pindah ke mana2. tapi, tentu aja akan ada kesepakatan2 baru antara Alonso dan McLaren. Klo ga, mending cabut aja dari situ, Alonso! Ngapain bela2in di situ kalo akhirnya mesti mempertaruhkan gelar juara. Sebenernya Alonso punya kans besar loh andai saja kebijakan McLaren jelas, seperti halnya kebijakan Ferarri yang akhirnya bisa mengantarkan pembalapnya menjadi juara dunia: Kimi, bravo! Ferarri and Kimi memang pantas menjadi juara tahun ini.

 

Tapi begitulah F1. memang baru tahun inilah perebutan juara dunia sangat begitu menegangkan setelah kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Tahun2 lalu bisa dibilang agak membosankan (apalagi waktu zaman Schumi berjaya. Bosen banget deh!).

 

Kini hasil akhir telah ditentukan. Entah apa yang akan terjadi tahun depan. Perhatian aku tetap pada Kimi and Alonso. Hamilton? Males deh!

 

Gimana Kimi dan Alonso sama2 di Ferarri? Ah, nggak seru! Biarlah kimi tetap di Ferrari. Alonso di tim lain (aku sih lebih suka Alonso balik ke Renault).

 

Kita lihat tahun depan.  

Rabu, 24 Oktober 2007

[artikel] cara tepat memantau gerak bayi

Kayaknya penting nih buat bumil baru kayak sayah yang masih harus banyak belajar masalah kehamilan. Sharing lagi deh!

-------------------

Rajin memantau gerak janin berarti menjaga intensitas perhatian dan ungkapan kasih sayang ibu kepada jabang bayinya. Sekaligus untuk mengontrol kesehatan dan kenyamanan sang buah hati. Mau tahu caranya?

Menjaga kehamilan agar tetap sehat, tak cukup hanya dengan rutin kontrol ke bidan ataupun dokter kandungan. Meskipun dokter sudah "mengintipnya" lewat pemeriksaan USG, ataupun memantau denyut jantung janin dengan doppler dan kardiotokografi (CTG), di luar itu selama 24 jam ibu pun wajib memantau kehamilannya sampai tiba waktu bersalin. 

Lalu bagaimana caranya memantau perkembangan janin dari waktu ke waktu? Tak perlu bingung. Menurut dr. HM. Iqbal Noerdin Sp.OG, ada upaya yang bisa dilakukan tanpa harus mengelarkan biaya ataupun mendalami ilmu kebidanan dan kandungan terlebih dulu. Ibu bisa melakukannya sendiri di rumah, di kantor, maupun dalam perjalanan. Yang dimaksud ginekolog dari RS Persahabatan ini tak lain adalah memantau gerak janin. Langkah ini amat penting dilakukan untuk mengetahui keberadaan bayi, apakah normal atau tidak, sehat atau tidak, hidupkah atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan? 

Untuk bisa memantau gerakan janin, ibu memang harus sedikit bersabar. Apalagi jika kehamilan tersebut merupakan kehamilan pertama karena gerakan janin umumnya baru bisa dirasakan pada usia kehamilan sekitar 18 minggu. Sedangkan untuk anak kedua dan seterusnya bisa dideteksi lebih dini, semisal pada usia kehamilan 16 minggu. Mengapa bisa begitu? Tak lain karena saat mengandung anak kedua, biasanya kepekaan ibu sudah semakin tajam berdasarkan pengalaman sebelumnya. 

Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, gerakan janin pun akan semakin terasa. Hal ini sejalan dengan terbentuknya plasenta dan ari-ari secara sempurna sehingga aliran darah dari ibu ke janin pun berjalan baik, dan otomatis gerakan janin pun makin lama jadi semakin sering dan bisa dirasakan ibu. 

Mengenai gerakan ini, Iqbal memberi gambaran bahwa gerakan janin pertama kali dirasakan di usia kehamilan muda dengan gerakan yang relatif sangat sedikit dan jarang. Semakin tua usia kehamilan, gerakan janin pun jadi semakin sering dan kuat. Namun, intensitasnya akan mengalami penu-runan di usia kehamilan akhir 8 bulan menjelang persalinan hingga akhirnya sampai pada suatu titik dimana gerakan ini justru sedemikian tidak sehat buat si bayi. Pada saat inilah secara alamiah tubuh ibu akan mengeluarkannya melalui persalinan.

Kendati di trimester pertama wajar tidak terasa gerakan janin, detak jantung janin harus terdengar. Dengan menggunakan doppler, detak jantung normal di trimester pertama adalah antara 120-160 denyut per menit. Kalau kurang dari 100 atau di atas 180 denyut per menit dikatakan buruk dan berbahaya, sehingga harus segera ditangani dan ditelusuri penyebabnya sekaligus dicarikan solusinya. Contohnya, jika disebabkan adanya kontraksi, dokter akan berusaha menghilangkan kontraksi tersebut dengan obat-obatan. Langkah ini penting karena kontraksi yang belum waktunya akan mengganggu aliran oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin.

Sekalipun begitu, pesan Iqbal, tidak ada salahnya melakukan pemantauan gerak janin di usia kehamilan muda. Dengan cara ini perhatian ibu terhadap janinnya akan tetap tercurah dan tidak hilang begitu saja tertindih kesibukan sehari-hari. Upaya ini juga diperlukan untuk mengetahui kondisi bayi. Contohnya ketika ibu usai bekerja berat atau 

sehabis terjatuh dan gerakannya relatif menurun dibanding hari-hari sebelumnya. Jika demikian halnya, segera lapor ke dokter guna dilakukan pengecekan lebih lanjut. Tentu saja jangan lupa untuk senantiasa berdoa supaya tidak terjadi apa-apa dengan si kecil.

Berapa Gerakan Per Hari?

Mengutip penelitian yang pernah dilakukan di RSUPN Cipto Mangunkusumo, sepanjang trimester 3 normalnya ibu akan merasakan 10x gerakan sepanjang 24 jam di luar tidur. Artinya, kalau gerakannya kurang dari 10x atau malah kurang dari 6x dalam 24 jam di luar tidur, janin dalam keadaan tidak sejahtera untuk tetap tinggal dalam rahim ibunya. Akan tetapi kalau di trimester pertama, terlebih anak pertama, ibu hamil sama sekali tidak merasakan gerakan janin selama 24 jam di luar tidur, menurut Iqbal ya tidak apa-apa. Itu bukan pertanda si janin mengalami masalah, melainkan semata-mata karena belum sempurnanya pembentukan janin, sehingga gerakannya belum bisa dirasakan oleh sang ibu. 

Pada usia kehamilan di bawah 32 minggu, sekalipun bisa, pemantauan gerak janin biasanya menjadi sesuatu yang dilematis bagi ibu maupun dokter yang menanganinya. Kalau positif gerakannya kurang dari 10 kali, apalagi kurang dari 6 kali dalam 24 jam di luar tidur, dikhawatirkan janin sudah tidak nyaman di dalam rahim tetapi amat riskan bila harus segera dilahirkan. Bayi di usia yang masih amat muda dikhawatirkan tidak mampu menghadapi dunia luar. 

Katakanlah, dokter mengeluarkan bayi di usia kehamilan 28 minggu dengan BB 1.000 gram, tentunya tindakan ini terlalu berani karena mengundang risiko yang besar. Yang perlu diingat, mampu atau tidaknya bayi hidup di luar rahim amat tergantung pada kematangan organ paru-parunya. Itulah mengapa, kata Iqbal, di usia kehamilan 32 minggu ke bawah sangat jarang ibu hamil dianjurkan melakukan pemantauan gerak janin demi menilai kondisinya. Juga, guna melakukan penyelamatan bila diperlukan. Lain soal jika pemantauan gerak janin di usia ini sekadar untuk mengetahui apakah ia masih hidup atau tidak.

Cara Menghitung Gerakan

Sebetulnya, tukas Iqbal, tak ada trik khusus untuk memantau gerakan janin selama 24 jam di luar tidur. Semisal ibu harus dalam posisi tertentu atau melakukan gerakan tertentu. Pertimbangannya, setiap waktu janin senatiasa terus bergerak. Masalahnya, apakah ibu bisa merasakan gerak janinnya atau tidak. Memang bisa saja adakalanya ibu tidak bisa merasakan gerakan janinnya sekalipun si kecil aktif bergerak. Kalau ini yang terjadi, saran Iqbal, coba cermati apakah ibu sedang dalam kondisi stres atau malah kurang perhatian karena tak mengharapkan bayinya? 

Bila benar tak dilanda stres tetapi gerakan bayi tetap tidak terasa, cobalah saat itu juga hentikan semua kegiatan. Selanjutnya usahakan untuk bersikap relaks. Caranya, tenangkan pikiran dan pusatkan perhatian pada kandungan. Sebisa mungkin ajaklah si kecil ngobrol. "Insya Allah, gerakan bayi akan terasa kembali seperti hari-hari sebelumnya. Jika tidak terasa juga, jangan malah panik. Hubungi saja dokter yang selama ini menjadi tempat berkonsultasi dan mintalah kesediaan suami untuk mengantarkan Ibu ke tempat praktik dokter."

Gerakan-gerakan janin yang bisa dipantau boleh gerakan apa saja, seperti menendang, meliuk, memutar, dan memukul. Yang terpenting adalah cara menghitung gerakannya, terlebih karena acapkali penghitungan ini dilakukan dengan cara yang salah. Yang dimaksud dengan 10x gerakan dalam 24 jam di luar tidur bukanlah jumlah gerakan secara berturut-turut sampai 10 kali. 

Lebih rinci Iqbal menjelaskannya sebagai berikut. Misalnya jam 05.00 janin melakukan gerakan menendang. Sekalipun terasa tendangannya mencapai 10 kali, rentetan gerakan itu tetap dihitung satu kali. Bila setelah itu tidak ada gerakan lagi dan baru terasa gerakan memutar pada jam 07.00, ya gerakan inilah yang diperhitungkan sebagai gerakan kedua. Bila pada pukul 09.00 bayi terasa membentur-benturkan kepalanya ke dinding rahim hingga 10 kali gerakan, maka itulah yang dihitung sebagai gerakan ketiga. Begitu seterusnya selama 24 jam penuh di luar tidur. Jadi, bukan akumulasi satu gerakan yang dihitung, tetapi gerakan setelah jeda dengan gerakan sebelumnya.

Si Kecil Hobi Tidur?

Perlu diketahui gerakan-gerakan yang bisa dirasakan ibu hamil adalah gerakan besar janinnya. Dengan kata lain ada begitu banyak gerakan kecil yang tidak dirasakan ibu. Dengan bantuan kardiotokografi (CTG), 10 kali gerakan bisa terdeteksi lebih detail dari waktu ke waktu dalam bentuk kardiotokogram.

Kalau di usia kehamilan 32 minggu ke atas bayi tidak terasa bergerak, jangan pernah memaksanya untuk bergerak kuat hanya agar ibu bisa merasakannya. Menurut Iqbal, penghitungan gerak janin disebut sahih jika terjadi secara alamiah. Kendati begitu, boleh-boleh saja melakukan pancingan dengan cara mengguncang-guncang bagian perut ibu yang kira-kira ditempati kepala si bayi. Atau kelitiki pusar ibu untuk membangunkan si sleeping baby. Namun Iqbal menyarankan agar ibu waspada jika janin hobi tidur dan baru mau bergerak setelah dipancing saja, "Lekas beri tahu dokter dan segera periksakan diri karena ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semisal bayi lemas. Yang pasti, tidak ada sleeping baby yang normal."

Gazali Solahuddin.