Senin, 22 Oktober 2007

[artikel] bergerak, cara janin memulai eksplorasi dan belajar

mau sharing aja. soalnya aku takjub banget dengan gerakan2 bayi ini. ternyata ini toh maknanya kenapa baby sering2 banget gerak.

-------------------------------

Pertama kali kau menyapaku
tanpa suara;
tetapi sangat asih.
Dari diriku yang paling dalam
Di sini
Mama,
Aku di sini
F.Rene Van de Carr,M.D
"Tendangan Pertama Sang Bayi"

(Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan-Kaifa)

SEBENARNYA tidak ada yang terlalu aneh pada seorang wanita hamil, kecuali berat badan bertambah 14 sampai 15 kg. Berpenampilan persis seperti pembawa genderang yang takut kehilangan alat tabuhnya dan terbangun di malam hari karena kaki yang nyeri akibat kram. Mual-mual di pagi hari, muka bertabur jerawat, akrab dengan kipas angin, dan rajin ke kamar mandi, hanya itu! Sisanya adalah pengalaman menjalani perjalanan kehidupan yang fantastis selama sembilan bulan.

Sembilan bulan kehamilan penuh dengan hal yang menakjubkan, bayangkan, rahim yang awalnya hanya sebesar buah pir sanggup membesar sampai 15 kalinya, berisi janin dengan seluruh perlengkapan "perangnya", yaitu ketuban dan ari-ari (plasenta). Berjalan dan bangun dari tidur yang sebelumnya tidak pernah ada masalah menjadi hal unik yang butuh trik tersendiri, termasuk bernapas. Hal alami yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya menjadi sesuatu yang sulit, terutama menjelang persalinan, saat janin sudah tumbuh dengan besarnya.

Akan tetapi pengalaman terindah dari sembilan bulan yang fantastis tersebut adalah saat merasakan tendangan pertama sang bayi.

Sejak seorang ibu sadar ada sesuatu yang bergerak di perutnya, saat itulah timbul rasa memiliki yang nyata. Memiliki teman setia, sahabat sejati yang menemaninya dalam setiap gerak kehidupan. Menyapa lembut, menyatakan kehadirannya, menyadarkan ibunya bahwa ia membawa amanat anugerah terbesar kehidupan.

Quickening atau merasakan pergerakan bayi, untuk pertama kalinya dirasakan berbeda-beda oleh setiap ibu, kadang dibutuhkan waktu 16 minggu (4 bulan usia kandungan) bahkan ada juga yang baru merasakan setelah 20 minggu (kehamilan 5 bulan). Biasanya tergantung sensitivitas ibu. Yang sudah "berpengalaman" (kehamilan ke-2 dan seterusnya) cenderung lebih peka sehingga menyadari gerakan bayinya lebih awal dibandingkan dengan ibu-ibu yang baru pertama kali hamil. Namun kehamilan yang satu dengan kehamilan lainnya dapat pula berbeda. Seorang bayi mungkin lebih aktif dari bayi yang lain, sehingga pergerakannya bisa dirasakan lebih dini.

Banyak ibu yang menyangka pergerakan pertama kali janin sebagai gelembung gas atau debaran dalam perutnya. Hal ini biasanya sudah diamati selama beberapa hari sebelum ibu tersebut benar-benar menyadarinya sebagai gerakan janin. Pergerakan ini akan menjadi lebih umum dan timbul cukup sering, akan terasa di bawah pusar.

Pada mulanya, gerakan janin tersebut tidak dirasakan setiap hari. Kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan, itu normal-normal saja. Sejalan dengan tumbuhnya bayi, ibu akan merasakan pergerakan menjadi lebih kuat dan kemungkinan besar lebih teratur. Perlu diingat, sensasi pergerakan janin berbeda dari orang ke orang. Begitu pula dengan gerakan setiap janin, berbeda antara satu dengan lainnya. Bukanlah hal yang luar biasa bila janin yang satu bergerak lebih sedikit dibandingkan yang lainnya.

Ayo hitung dan bermain!

Tahukah Anda, antara umur kehamilan 20-32 minggu (4 sampai 8 bulan kehamilan) janin dapat bergerak antara 200-500 kali sehari, termasuk menendang, berguling atau bergeliat-geliat. Pergerakan janin biasanya baru bisa dihitung setelah usia kehamilan 28 minggu. Menghitung gerakan dapat membantu ibu menyadari gerak janin yang dikandungnya dan keadaan janin tersebut.

Kepentingan dari menghitung gerakan janin ini adalah agar ibu terbiasa menyadari jika ada sesuatu yang salah pada janin yang dikandungnya. Berkurangnya gerakan janin berkaitan dengan kesejahteraannya di dalam rahim, jika ibu merasakan janinnya kurang bergerak, segera hubungi dokter karena kemungkinan janin ibu mengalami gangguan yang dapat menyebabkan keadaan gawat janin, jika tidak segera diatasi dapat berakibat kematian janin di dalam rahim.

Bagaimana cara menghitung pergerakan janin? jika ibu mulai menghitungnya katakanlah pukul 8 pagi, maka setidak-tidaknya harus ada sepuluh gerakan bayi hingga pukul 8 malam (12 jam). Jika jumlah gerakan kurang dari sepuluh, segeralah pergi ke dokter.

Manfaat lain dari menyadari gerakan janin ini adalah ibu dan ayah atau anggota keluarga lainnya dapat bermain-main dengan si kecil dalam bentuk permainan bayi menendang. Menurut F.Rene Van de Carr,M.D, dalam bukunya "Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan", menendang (bergerak) merupakan cara janin memulai eksplorasi dan belajar sesuatu tentang dunianya. Karena janin mengambang dalam rahim, dihubungkan dengan tali plasenta dan kadang-kadang menyentuh sisi-sisi uterus, satu-satunya cara untuk melakukan kontak dengan dunia luar adalah dengan menendang. Menendang juga membantu memperkuat kaki janin. Menendang merupakan program latihan alami.

Dalam permainan bayi menendang, janin akan mempelajari dasar-dasar menanggapi orang lain. Pemainannya sederhana, jika janin menendang, ibu atau anggota keluarga lainnya dengan lembut menepuk atau menekan tepat pada bagian perut yang ditendangnya, ini merupakan pelajaran interaktif pertama bagi janin, mengajarkan bahwa aksinya akan menghasilkan tanggapan dan merupakan satu cara berkomunikasi.

Sabar ya, Bu!

Pergerakan janin selain membahagiakan ternyata kadang menyakitkan untuk ibu, terutama jika si kecil sudah tumbuh demikian besar dan ruang geraknya semakin sempit. Beberapa janin ada yang sangat aktif selama malam hari sehingga membuat ibunya terjaga, kadang ada yang menendang dan menyakitkan seperti nyeri di bawah tulang iga yang membuat ibunya merasa sesak dan sulit bernapas.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini tidak banyak yang dapat dilakukan. Ada beberapa tips yang mungkin dapat mengurangi "penderitaan ibu", yaitu:

Pertama, jika ibu sedang beraktivitas beristirahatlah sejenak, kemudian mencoba mengubah posisi di tempat tidur dan berbaring pada sisi lain, misal jika terasa ada tekanan pada iga kanan, berbaringlah pada sisi kiri. Berbaring pada sisi kiri sangat disarankan, namun ada beberapa ibu yang beranggapan jika ia melakukan hal tersebut, si kecil tidak suka dan akan menendang kuat-kuat. Mereka khawatir menekan atau menjepit janinnya tersebut. Hal ini tentu keliru, karena jika ibu berbaring di sisi kiri berarti ibu memperbaiki sirkulasi plasenta dan jumlah oksigenisasi bagi janin. Semakin banyak mendapat energi, semakin banyak gerakan yang dilakukan oleh buah hati kita.

Kedua, hindari berolah raga tepat sebelum tidur karena dapat menyebabkan bayi lebih banyak bergerak.

Ketiga, coba rileks, berendam dalam air hangat, mendengarkan musik lembut, memasang aromaterapi yang bersifat menenangkan, sebagai pilihan terakhir, jika nyeri sekali dapat meminum acetaminofen.

Keempat, jika semua cara dicoba dan ibu tetap merasa tidak nyaman, mungkin yang dapat dilakukan adalah bersabar dan menahannya sampai si kecil lahir.

Pergerakan bayi memang unik, memberikan banyak pengalaman indah untuk ibu serta mengandung arti yang dalam. Selain sebagai latihan secara alamiah mengeksplorasi dunianya, ia menyapa kita dengan halus, tanpa kata-kata, karena itu sapalah dia, biasakanlah merespons setiap gerakannya. Agar ia tahu bahwa ibunya ada di sisinya dan selalu memperhatikannya, karena dari kesadaran yang paling dalam, dia hanya mengingatkan kita, "aku di sini, Ibu!"

(Ginna Megawati, dokter umum, sedang menanti kelahiran anak pertama).

sumber dari sini.

-----------------------------------

sebulan lagiiii....

usia kehamilanku sudah menginjak bulan ke-8. gerakan si baby dah makin aktif... (apalagi pas lagi lapeerrr..hehehe). posisi tidur dah nggak nyaman, serba salah nih. semalem aja nyari posisi yg enak susah banget. alhasil, baru bisa tidur dengan posisi agak duduk. di punggung dikasih bantal yang banyak.

aku juga dah latihan  begadang nih. si baby klo malem rajin banget ngajak maen. goyang sana goyang sini. kadang terasa ada jendolan, entah itu tangannya, kakinya, apa sikutnya. tapi nggak sakit sih waktu baby gerak2 gitu. Seperti ada sensasi.

tapi klo lagi kenceng tuh yang terasa agak ngilu di perut. klo kata orang sih lagi muter2. oh, my baby... semoga muternya jangan terlalu semangat ya... cari posisi aman biar keluarnya gampang. hehehe....

ibu selalu mendoakan agar kamu sehat dan pintar. nggak lupa ketika shalat, mendoakan agar kelahiran kamu nanti semuanya lancar.

klo abinya suka ngasih pesan ke baby begini:

"deeekk... jadi anak yang pintar yaa... yang sayang sama ibu... klo gerak2, pelan2 aja... biar ibu nggak sakit. trus nanti keluarnya yang normal ya... pelan2 aja. biar ibu sama dedek sehat dan selamat semuanya...."

hehehe... biasanya si baby ngasih respons dengan tendangan keras kadang juga halus. ato langsung gerak2 gitu.

sedikit berdebar menanti saat2 itu. mohon doanya yaaa.... doakan kami agar diberikan kemudahan dalam menjalani prosesi kelahiran nanti. ya Allah, hanya kepada-Mu kami memohon!

nekad ke bandung

setelah berbulan-bulan menahan diri nggak ke bandung, kamis, 18 okt lalu, aku nekad ke bandung. aku berhasil membujuk ibu untuk menemani. suamiku nggak bisa ikut, tapi gapapa deh, itung2 bayar utang janji ke ibu di waktu lalu.

ini juga dadakan berangkatnya. nggak direncanakan, tiba-tiba aja tercetus gara2 denger adekku abis lebaran malah liburan ke bandung. tentu aja aku jadi mupeng beraaat. awalnya ibu sempet nggak tega liat aku dengan perut besar harus menempuh perjalanan jauh.

tapi aku tabah2in deh. soale bakalan nggak bakal bisa jalan2 dulu nanti klo udah melahirkan.

jadilah kami pergi ke banduung! yes!

niatnya pengen lewatin puncak. karena itu dari depok, aku dan ibu menuju bogor naek KRL. biasanya sih, klo naek bus dari bogor selalu lewat puncak. begitu perkiraanku. yeah, waktu kuliah dulu aku juga lebih sering ke bandung via bogor dulu sambil jalan2 dikitlah.

eh ternyata eh ternyataaa... si bus nggak mau lewat puncak. ditutup kali ya selama liburan lebaran. lewatnya cipularang2 juga. kata ibu sih ini namanya muter2 wae. hehehe. gapapa deh, namanya juga jalan2.

cepet juga loh sampe bandung. kita cauw dari bogor jam 8an, sampe bandung jam 10an. sekitar dua jam. dari bogor bus itu melewati tol bambu apus yang baru jadi. lumayaaan lancar deh.

di bandung biasa deh, pos pertama selalu ke salman. isturahat and numpang shalat dulu sambil makan siang. kantin salmannya tutup juga ternyata. hhhmm... pada libur lebaran kali yaaa.... bank muamalat yang tadinya aku kira buka juga tutup. yang rame malah bonbin tuh. kuda, dokar, and odong-odong banyak banget berseliweran.

abis puas di salman, aku dan mami jalan2 ke dago. dai dago atas ampe bawah ditelusurin. aku pengen maen ke kampusku dulu di dago atas. terus pengen liat2 kampusku di dipati ukur.  tapi semua gerbangnya ditutup. huhuhu.... yah, cuma bisa liat2 dari luar.

abis itu capek. hehehe... ibu ngajak nyari pisau buat motong pepaya yang baru aja ibu beli di pasar simpang dago. karena bingung ga tau harus beli di mana, aku ajak aja ke bip. plis deh, jauh2 ke bandung, belinya beli pisau. bukan beli oleh2 yang lain. emergency sih. ibu udah kepengen banget makan pepaya itu.

tadinya pengen nginep. tapi karena kami nggak punya juntrungan ke bandung ini, akhirnya diputuskan pulang aja deh nggak jadi nginep. abis bingung mo ke mana lagi. masih pada tutup semua. udah cape berat nih.

akhirnya dari bip, jam setengah dua, kita langsung ke stasiun KA. kereta parahyangan yang ada berangkatnya jam 5 sorean. padahal kaki dah pegel. akhirnya ada kereta argo gede jam setengah tiga. beli karcis itu aja deh.

sampe jatinegara jam 5 sore. bayangkan, klo naek parahyangan, jam segitu baru berangkat dari bandung. dari jatinegara, kami baru tau ternyata ada KRL jurusan bogor-bekasi. naek itu aja deh. tapi ternyata KRL itu ngetemnya lama banget di manggarai. nunggu dilewatin KRL Ekspres mulu. cape deh... dah lemes nih. sempet sedikit berkunang2 mata ini. aku berusaha kuat2in aja. panasnya itu yg ga nahaaan. kontras banget ama argogede tadi. hiks.

akhirnya, perjalanan kami usai sekitar pukul 7 malam. udah sampe rumah ibu, udah mandi.... eh, aku dapet telpun dari yayang. doi nggak enak badang. jadi nggak bisa jemput. hiks. akhirnya minta tolong adek nganterin ke cagar alam.

dan benar, badan suamiku anget banget. klo kata bapak sih, baru aja ditinggal ke bandung udah meriang. hehehe.... emang sih sebelum pamit tadi suamiku agak nggak enak badan. ragu juga tadi minta izin perginya. tapi suamiku pengertian banget deh. aku diizinin pergi bareng ibu.

maaf ya suamiku, aku nggak bawa oleh2 apa2. sekarang aku obatin kamu deh dengan vitamin 3C (CINTA, CAYANG, CIUM). mmuuuaaah!

besok2 aku mau pergi lagi tapi bareng kamu yaaa....

Selasa, 09 Oktober 2007

baju koko pertama untuk suamiku ^.^

akhirnya, lebaran ini aku bisa membelikan baju koko untuk suamiku. alhamdulillah....

memang, lebaran bukan identik dengan baju baru. kami pun tidak mengharuskan punya baju baru. tapi entah kenapa, di lebaran pertamaku dengan suamiku ini, aku ingin membelikan dia baju koko. pertimbangannya, selama yang aku perhatikan di lemari bajunya, dia cuma punya baju koko satu potong, warna abu2. tadinya dua. satu putih. tapi karena kekecilan, baju koko itu akhirnya aku yang pakai. hehehe....

aku punya baju koko hitam yang blm pernah dipakai. aku beli tahun lalu buat bapak, tapi bapakku nggak suka baju hitam. namun, suamiku juga ga bs pakai karena kekecilan untuk dia.

alhamdulillah, menjelang pulang ini... di hari terakhir kami bekerja, bagian keuangan mencairkan beberapa dana pembayaran orderanku... hiks... rasa syukur yang tak terhingga!

dengan uang itu, aku ingin membelikannya baju koko untuk surprise! ah, nggak sabar deh mampir ke tokooo....

-----------------------------------

oh ya... di hari bahagia ini, aku juga mau mengucapkan:

taqabbalallahu minna wa minkum

semoga kita bertemu lagi di ramadhan tahun depan!

mohon maaf lahir batin!

-----------------------------------

Kamis, 04 Oktober 2007

[iseng] peer dari orin

sehubungan aku kena tugas peer dari temen2, terutama orin... itu loh...peer yang lagi ngetop di MP.... aku ngelempar lagi aja deh ke temen2 yang lain. kira2... ada yang mau bantu ngisi ga? kan kadang orang lain lebih obyektif menilai....

oke? yup... dimulai dari no. 1 yaa...

Isilah titik-titik di bawah ini sesuai pendapatmu yang dianggap paling benar. (hihihi...)

woro adalah......

1. ..................

2. ..................

3. ..................

4. ..................

5. ..................

6. ..................

7. ..................

8. ..................

terima kasih.

buat yang nggak mau ngisi juga gapapa kok. hehehe... namanya juga iseng.

Selasa, 02 Oktober 2007

[renungan] mendapat ta'jil di masjid

baru kemarin sore aku mendapatkan pengalaman ini.

 

kemarin sore, rencananya suamiku akan menjemputku pulang. kata suamiku kira2 pukul 17.00-17.30 baru sampe depok. oke lah, aku tunggu saja di kantor sambil browsing2 mengisi waktu. udah ga betah di ruangan (panas boo.. AC dimatiin), aku memutuskan menunggu di ruang satpam ajah sambil nonton tipi. ugh, acara tipi nggak ada yg menarik menjelang magrib. kebanyakan sinetron dan lawakan. ada sih yg bagus di metrotv, tapi sinyalnya kurang bagus (hihi.. kyk hp ajah!). kresek-kresek gitu.

 

pak satpam tau kali ya aku udah mulai bete. gimana ga bete, aku nunggu sampe hamper jam 6 sore, suamiku blm juga datang. temen2 yang lain udah pada pulang. badanku juga mulai terasa lemes nih. pengen nlp suami, telepun yang ada di ruangan pak satpam nggak bisa dipake nlp ke luar. akhirnya pak satpam mempersilakan aku nelepun suami pake hp pak satpam (duuh... tengkiu ya pak! maklum nih, lg ga ada pulsa!).

 

ternyata suamiku masih jauh. katanya dia akan telat menjemput karena sempat ketiduran di masjid. hiks hiks... padahal nggak lama lagi azan magrib. belum siapin ta'jil nih. suamiku meminta aku cari dulu aja ta'jil sementara untuk berbuka.

 

Cari di mana ya? Di sekeliling kantorku nggak ada warung. Oh ya, ka nada yang jual es kelapa di samping! Beli itu aja deh. Aku ubek2 tasku nyari dompet. Ternyata aku nggak bawa uang! Baru sadar dari berangkat pagi tadi aku nggak bawa uang sepersen pun. Hiks. aku lupa mampir ke ATM. Gimana yah? Mau minjem sama pak satpam malu. Hiks. tadi kan udah dipinjemin hp buat nlp. Mo minjem temen dah pada pulang. Gimana dunk. Udah gitu si dedek aktif banget lagi di perut (mungkin karena lega kali ruangan di perutku, jadi bebas bergeraaak).

 

Huhuhu… sedih banget deh rasanya. Akhirnya, aku memutuskan pergi ke masjid aja deh yang di deket kantor. Masjid At-Taubah namanya. Biasanya kan di masjid suka ada ta’jil gratis. Hiks…tapi pas ke masjid, kayaknya ta’jilnya udah dibagi2 deh. Masih ada nggak ya? Ah, malu untuk minta. Aku cuma berjalan pelan aja duduk di selasar masjid. Pasrah. Laper haus tahan aja dulu sampe suamiku datang.

 

Ketika lagi duduk termangu2 gitu… ada seseorang menghampiriku, dia memberikan ta’jil jatah dia: tiga potong kue basah dan segelas aqua. Aku cuma bisa ternganga…. Ternyata ada yang memberikan makanannya untukku.  Tak lama kemudian, pengurus masjid pun menghampiri orang itu dan memberikan lagi ta’jil ke orang itu. Jadi orang itu tetep bisa berbuka.

 

Aku terharu sejadi-jadinya. Begini ya rasanya diberi itu ketika dalam kondisi tak punya apa2? Aku berterima kasih habis-habisan ke orang itu. Aku panjatkan syukurku tak terhingga kepada Allah. Aku habiskan ta’jil itu dengan perasaan campur aduk. Susah deh menjabarkannya dengan kata-kata. Rasanya seperti dapet rezeki nomplok! Ketika wudhu  dan shalat magrib, aku masih aja nangis… hiks hiks… sore itu aku benar2 mendapatkan pengalaman berharga.

 

Setelah suamiku datang, aku ceritakan pengalamanku dan perasaanku saat itu. Suamiku Cuma senyum-senyum aja. Dia pun mengajakku mencari warung makan dan aku dibelikan jus sirsak yang lezaaat.

 

Lalu, bagaimana ya dengan orang-orang yang kelaparan sampai berhari-hari, tanpa ada orang yang peduli? aku nggak bisa membayangkan gimana menderitanya mereka. Sedangkan aku yang cuma sebentar diberikan cobaan seperti itu, rasanya udah jadi kayak orang termalang di dunia. 

 

Pengalaman ini membuatku belajar berempati. Aku bisa merasakan bagaimana bahagianya mereka ketika ada uluran tangan yang tulus membantu.

 

Ah, kita memang baru bisa mengerti kalau kita sudah mengalaminya sendiri. 

Senin, 01 Oktober 2007

[renungan] bukber ala suami tercintah dan teman-temannya

Alhamdulillah, ahad, 30 sept kemarin, acara buka puasa teman2 suamiku berjalan sukses. Karena ini adalah ramadhan pertamaku semenjak menikah, tentu saja, ini juga pertama kalinya aku menyiapkan acara buka puasa bareng suamiku. Yah, itung-itung buat nambah pengalaman klo mau bikin acara besar keluarga. Ternyata memang banyak hal baru yang aku dapatkan dari acara ini. Selain jadi tau bikin perkiraan masakan, aku belajar suatu hal lagi dari suamiku. Pelajaran yang sangat berharga.

 

Rencana ini sudah seminggu lalu direncanakan oleh teman-teman suamiku, dan  berdasarkan kesepakatan, acaranya dilaksanakan di rumah suamiku (rumahku juga dunk). Lalu suamiku sibuk deh nanya ini itu ke aku buat bikin rancangan2 menunya.

 

Biasanya, klo aku dan temen2 akhwat yang ngadain acara buka puasa, setiap orang diberi tanggung jawab membawa makanan. Ada yang bawa sayur, kueh, es buah, de el el. Yang jadi tuan rumah biasanya bertugas menyiapkan nasi, the manis, dan perabotan tentunya. Atau kita patungan bareng2 tinggal minta tolong seseorang menyiapkan semua makanan.

 

Tapi kali ini tidak.

 

Aku: “Temen2 yang lain bawa apa?”

Suami: “Nggak bawa apa2.”

Aku: “ terus, patungan nggak?”

Suami: “rencananya sih, tapi nggak tau ya. Pake uang kita dulu lah, gapapa kan.”

 

Tinggal aku terpana mendengar jawabannya. Ya sudah deh, gapapa. Berarti kami yang menyiapkan semuanya. Mungkin pada patungannya nanti setelah acara.

 

Aku: “menunya apa nih”

Suami: “enaknya kita bikin sayur sop aja, terus bikin ayam goreng, pake kerupuk, oseng2 tempe, sambel terasi… hhmm enak kayaknya.”

Aku: “ terus buat ta’jilnya?”

Suami: “nah, klo itu kita bikin es buah, bikin agar2. kue bolu juga jangan ketinggalan. Terus ditutup dengan makan buah.”

Aku: “nggak kebanyakan tuh?”

 

Hihihi… aku sih kepikiran anggaran yang musti disiapin berapa tuh? Kan bulan-bulan ini lagi cekakakakakakk…. Tapi melihat suamiku yang bersemangat jadi nggak tega deh mau protes. Ya gapapa deh….

 

Ahad paginya, kami pun sibuk belanja-belanji. Sampe rumah aku dan suami langsung nyiangin sayuran, nyiapin bumbu macem2. ngungkep ayam. Masukin ke kulkas mungil kami. Biar ntar sorenya nggak repot tinggal masak. Menjelang ashar, kami hunting cari bolu. Alamak..  harganya dah mahal! Mungkin karena harga telur yang naik kali ya? Ya udah deh.

 

Menjelang magrib teman2 suamiku satu per satu datang. Ada yang bawa buah, ada yang bawa kue. Alhamdulillah, nambah menu. Aku kelabakan nyari sendok and gelas. Masalahnya persediaan di rumah paling ada kurang dari setengah lusin. Sedangkan tamu yang datang diperkirakan hamper 15 orang. Lebih dari selusin. Langsung ke kakak ipar nyari pinjeman sendok and gelas.

 

Mendekati magrib hampir semua teman suamiku datang. Tenyata acaranya memang hanya berbuka puasa. Tadinya aku pikir, ada ceramah sedikit. Nggak taunya hanya silaturahmi. Semuanya asyik bercengkrama. Beduk magrib pun terdengar. Semua makanan sudah diboyong semuanya ke ruang tamu. Ketika aku minta sedikit disisakan buat sahur, suamiku menolaknya. Takut kurang alasannya. Jadilah semuanya diboyong ke ruang tamu. Alhamdulillah, aku masih mendapatkan cukup es buah karena bikinnya emang banyak banget. Aku berbuka dengan es buah sampe puas.

 

Setelah shalat magrib, acara langsung makan2. aku minta diambilkan sepiring sayur ke suami. Aku pun makan sampe kenyang. Tapi aku lupa minta diambilkan ayamnya. Ya sudah deh, mungkin nanti ada sisanya, pikirku.

 

Tapi setelah acara berakhir, aku terpana karena semua kue-kue habis. Hanya sayur sop yang tersisa dan satu potong ayam. Tentu saja aku protes. Kok dihabiskan semua? Kue bolu pun aku belum mencicipi. Hiks… suamiku cuma bilang, ikhlaskan saja. Namanya juga menjamu tamu.

 

“tadi abang ikut makan ayamnya ga?”

“nggak, oseng2 tempenya juga ga sempet makan. Cuma sempet makan nasi dan sayurnya aja. Pengen ngambil ayam, jauh ngambilnya. Kue2 juga nggak sempet nyoba. Takut kurang.”

“hah?” aku bengong lagi. Sama dong kalo gitu. Tapi hatiku sedikit protes. Kan dari tadi aku juga udah capek2 nyiapin, masa nggak boleh ikutan icip2… hiks….

 

“sudah… ikhlas saja. Pahalanya gede loh ngasih orang berbuka puasa.”

 

Yang bikin aku kesel lagi. Teman2nya itu nggak ada yng mau ikutan beresin piring. Bantu nyuci kek. Sampe aku bilang gini ke suamiku, “kalo temen2ku pasti bantuin dulu beres2. jadi nggak dikerjain semua sendiri begini… mana nggak jadi patungan lagi!”

 

“sudah, ikhlas ya… nanti biar abang yang beresin semuanya”.

 

Ugh… mau kesel, nggak bisa… kami pun memakan sepotong daging ayam berdua. lalu aku ikutan beres2. nggak tega liat suami beres2 sendirian.

 

Lama-lama, sifat yang tanpa pamrih dari suamiku itu malah membuatku malu. Maklum, aku orangnya perhitungan banget. Aku jadi teringat kisah sahabat yang rela keluarganya kelaparan hanya untuk memuliakan tamu. Aku masih lebih beruntung masih bisa makan.

 

Ah, suamiku… terbuat dari apa sih hati kamu itu?